[HOAKS] - AL QURAN NUSANTARA, KITAB TERJEMAHAN SESAT YANG MULAI DISEBARLUASKAN

Share :        
Kamis, 22 Sep 2022

DISINFORMASI
Beredar sebuah pesan berantai melalui aplikasi WhatsApp yang menginformasikan bahwa Al-Qur'an nusantara sudah mulai direalisasikan. Dalam pesan disebutkan bahwa telah dibagikan Al-Qur'an dengan terjemahan palsu ke sekolah-sekolah dengan dalih wakaf Al-Qur'an dan terdapat perubahan arti kata "awliya" dalam Surah Al Maidah Ayat 51 yang diganti terjemahannya dari "pemimpin" menjadi "teman setia."

PENJELASAN
Berdasarkan hasil penelusuran, dilaporkan dalam viva.co.id (10/06/2020) bahwa informasi tersebut adalah informasi pelintiran yang sudah beredar sejak 2016 dan sudah diklarifikasi. Sejumlah media pun telah memberitakan klarifikasi dari Kementerian Agama RI perihal informasi tersebut pada 24 Oktober 2016.

Dilansir dari turnbackhoax.id (08/06/2020), Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an (LPMQ) Kementerian Agama (Kemenag), Muchlis Hanafi, mengatakan bahwa terjemahan Al-Qur'an tersebut merujuk pada revisi 2002 Terjemahan Al-Qur'an Kementerian Agama RI yang mendapat tanda tashih dari LPMQ.

“Tidak benar kabar yang menyatakan bahwa telah terjadi pengeditan terjemahan Al-Qur'an belakangan ini,” ujar Muhclis dalam pernyataannya yang dikutip dari laman resmi Kementerian Agama RI, Minggu (23/10/2016).

Menurut Muchlis, kata awliya di dalam Al-Qur'an disebutkan sebanyak 42 kali dan diterjemahkan beragam sesuai konteksnya. Merujuk kepada Terjemahan Al-Qur'an Kementerian Agama edisi revisi 1998-2002, dalam surah Ali Imran [3] ayat 28, an-Nisa [4] ayat 139 dan 144, serta al-Maidah [5] ayat 57, misalnya, kata awliya diterjemahkan sebagai pemimpin. Sedangkan dalam surah al-Maidah [5] ayat 51 dan al-Mumtahanah [60] ayat 1, diartikan dengan teman setia.

“Dalam surah at-Taubah [9] ayat 23 dimaknai dengan pelindung, dan dalam surah an-Nisa [4] diterjemahkan dengan teman-teman,” kata Muchlis.

Adapun Terjemahan Al-Qur'an Kemenag pertama kali terbit pada 1965. Dalam perkembangannya, terjemahan ini telah diperbaiki dan disempurnakan dua kali  pada 1989-1990 dan 1998-2002 yang dilakukan para ulama dan ahli di bidangnya, sementara Kemenag bertindak sebagai fasilitator.

Mengenai tudingan Al-Qur'an palsu, Muchlis menegaskan terjemahan Al-Qur'an bukanlah Al-Qur'an. Sebab terjemahan adalah hasil pemahaman seorang penerjemah terhadap kitab suci umat Islam itu. Karena itu, banyak ulama berkeberatan dengan istilah terjemahan Al-Qur'an. Mereka lebih senang menyebut dengan terjemahan makna Al-Qur'an.

Lebih lanjut, Muchlis menjelaskan tidak seluruh makna Al-Qur'an terangkut dalam karya terjemahan. Sebab Al-Qur'an dikenal kaya kosakata dan makna, bahkan sering kali ungkapan katanya singkat tapi maknanya padat.

"Oleh sebab itu, wajar terjadi perbedaan antara sebuah karya terjemahan dengan terjemahan lainnya," katanya.

KESIMPULAN
Informasi bahwa Al-Qur'an nusantara sudah mulai direalisasikan, adalah tidak benar. Faktanya, informasi tersebut adalah hoaks lama yang telah diklarifikasi oleh Kementerian Agama RI pada 24 Oktober 2016 bahwa terjemahan Al-Qur'an tersebut merujuk pada revisi 2002 Terjemahan Al-Qur'an Kementerian Agama RI yang mendapat tanda tashih dari LPMQ. 

Kategori Informasi: Disinformasi
Kategori Hoaks: Konten/ Informasi Sesat (Misleading Content)

Sumber Fakta:
1. https://turnbackhoax.id/2020/06/08/salah-ide-alquran-nusantara-sdh-mulai-direalisasikan/
2. https://www.viva.co.id/amp/ragam/cek-fakta/1278826-ide-alquran-nusantara-sudah-direalisasikan-benarkah?page=all&utm_medium=all-page
3. https://www.suara.com/news/2020/06/09/124019/cek-fakta-benarkah-alquran-nusantara-sudah-mulai-direalisasikan?page=all