[HOAKS] - FENOMENA APHELION JULI-AGUSTUS 2022, BUMI AKAN LEBIH DINGIN DAN PENYAKIT SEMAKIN MENYEBAR

Share :        
Senin, 25 Jul 2022

DISINFORMASI
Beredar informasi melalui media sosial Facebook yang menyatakan bahwa dari bulan Juli hingga Agustus 2022 cuaca akan lebih dingin dikarenakan fenomena Alphelion.

PENJELASAN
Berdasarkan hasil penelusuran Tim Jalahoaks diketahui bahwa postingan tersebut merupakan hoaks yang berulang. Isu serupa sudah pernah diperiksa faktanya oleh Tim Jalahoaks pada 16 Juli 2021 dengan judul artikel “[HOAKS] - FENOMENA APHELION SEBABKAN SUHU UDARA DINGIN DAN BERBAGAI PENYAKIT.”

Dilansir dari edusainsa.brin.go.id (07/01/2022), peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN Andi Pangerang mengatakan, Aphelion adalah fenomena yang terjadi saat Bumi berjarak paling jauh dari Matahari. "Bumi mencapai jarak terjauhnya dari Matahari pada 4 Juli 2022 dengan jarak 152.098.455 km. Terjadinya fenomena Aphelion dalam 200 tahun terakhir sejak tahun 1800 selalu terjadi dalam bulan Juli," kata Andi.

Menurut Andi, fenomena Aphelion tidak terjadi dalam waktu yang cukup lama melainkan pada tanggal-tanggal tertentu saja. Selain itu, fenomena Aphelion juga tidak berdampak pada penurunan suhu di permukaan Bumi, atau dengan kata lain membuat suhu menjadi lebih dingin. Andi menjelaskan, faktor klimatologis atau iklim juga turut berperan besar dalam perubahan suhu di suatu wilayah, sehingga aphelion tidak memengaruhi perubahan suhu di permukaan Bumi secara langsung.

Dilansir dari kompas.com (19/07/2022), Koordinator Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Miming Saepudin mengatakan, cuaca dingin yang terjadi akhir-akhir ini adalah hal yang normal. "Untuk kondisi saat ini, masih cukup normal dan seperti biasa adanya suhu dingin di Indonesia," kata Miming.

Miming menyebut, suhu udara dingin sebetulnya merupakan fenomena alamiah yang umum terjadi di bulan-bulan puncak musim kemarau, yakni Juli-September. Periode ini ditandai pergerakan angin dari arah timur yang berasal dari benua Australia di mana di sana tengah berlangsung musim dingin. Ia melanjutkan, adanya pola tekanan udara yang relatif tinggi di Australia menyebabkan pergerakan massa udara dari Australia menuju Indonesia.

Hal tersebut dikenal dengan istilah Monsoon Dingin Australia. Monsoon Dingin Australia bertiup menuju wilayah Indonesia melewati perairan Samudera Indonesia memiliki suhu permukaan laut juga relatif lebih dingin. Hal ini menyebabkan suhu yang dingin di beberapa daerah di Indonesia.

"Sehingga mengakibatkan suhu di beberapa wilayah di Indonesia terutama bagian selatan khatulistiwa (Pulau Jawa, Bali dan Nusa Tenggara) terasa juga lebih dingin," tuturnya.

KESIMPULAN
Informasi bahwa pada Juli-Agustus 2022 akan lebih dingin karena fenomena Alphelion, adalah tidak benar dan merupakan Hoaks Lama Bersemi Kembali (HLBK). Faktanya, fenomena Aphelion tidak berdampak pada penurunan suhu di permukaan Bumi dan suhu udara dingin merupakan fenomena alamiah yang umum terjadi di bulan-bulan puncak musim kemarau pada Juli s/d September. 

Kategori Informasi: Disinformasi
Kategori Hoaks: Konten/ Informasi Sesat (Misleading Content)

Sumber Fakta:
1. https://jalahoaks.jakarta.go.id/detail/HOAKS-Fenomena-Aphelion-Sebabkan-Suhu-Udara-Dingin-dan-Berbagai-Penyakit
2. https://edusainsa.brin.go.id/artikel/kenali-fenomena-perihelion-dan-aphelion/443
3. https://www.kompas.com/cekfakta/read/2022/07/19/171000682/-hoaks-suhu-juli-agustus-2022-lebih-dingin-karena-fenomena-aphelion?page=all#page2