[HOAKS] - FOTO BATU BATERAI PERTAMA DI DUNIA BERBENTUK TABUNG


Kategori Informasi: Disinformasi
Kategori Hoaks: Konteks yang Salah (False Context)
Senin, 26 Sep 2022

DISINFORMASI
Beredar sebuah foto di media sosial Facebook yang diklaim sebagai baterai pertama di dunia. Foto tersebut memperlihatkan sebuah tabung mirip vas bunga serta sebuah tabung logam.

PENJELASAN
Berdasarkan hasil penelusuran Tim Jalahoaks, informasi tersebut adalah keliru. Dilansir dari kompas.com (22/09/2022), benda dalam foto tersebut merupakan baterai Baghdad. Foto itu identik dengan foto yang ada di situs Flickr yang diunggah pada 15 Februari 2010.

Profesor sejarah dan teknik mesin John Lienhard, menulis di laman Universitas Houston soal baterai Baghdad. Sejauh ini, belum ada bukti bahwa benda yang ditemukan di desa Baghdad pada 1939 itu difungsikan sebagai baterai. Sementara, sistem kelistrikan modern seperti yang dipelajari sekarang tidak memungkinkan penggunaan pot berdaya listrik sebagai baterai di masa itu. Sehingga, Leinhard berpendapat, pot ini lebih mungkin digunakan sebagai alat medis atau tujuan teatrikal.

Sementara itu, kita mengetahui bahwa penemu batu baterai pertama yang dapat dioperasikan adalah Alessandro Volta, seorang fisikawan asal Italia. Dikutip dari ensiklopedia Britannica, pada 1970-an hingga 1800, Volta membuat baterai sederhana dari piringan seng dan perak yang dipisahkan lapisan yang telah direndam dalam air garam. Perangkat ini disebut juga dengan tumpukan volta.

KESIMPULAN
Informasi tentang foto baterai perrtama di dunia, adalah tidak benar. Faktanya, Baterai Baghdad dalam foto yang beredar bukanlah baterai pertama di dunia. Faktanya, belum ada bukti bahwa benda yang ditemukan di desa Baghdad pada 1939 itu difungsikan sebagai baterai, melainkan diduga digunakan sebagai alat medis atau tujuan teatrikal.

SUMBER FAKTA:

  1. https://www.kompas.com/cekfakta/read/2022/09/22/141927682/klarifikasi-baterai-pertama-di-dunia?page=all

  2. https://www.flickr.com/photos/13868867@N06/4361709946/

  3. https://www.uh.edu/engines/epi1972.htm

Bagikan: