[HOAKS] - FENOMENA APHELION SEBABKAN SUHU UDARA DINGIN DAN BERBAGAI PENYAKIT

Share :        
Jumat, 16 Jul 2021

DISINFORMASI
Beredar pesan berantai melalui aplikasi WhatsApp yang menginformasikan mengenai fenomena Aphelion yang akan berlangsung sampai Agustus. Saat fenomena letak bumi disebut akan sangat jauh dari matahari sehingga cuaca menjadi sangat dingin dan berdampak meriang, flu, batuk, sesak, dan lain-lain.

PENJELASAN
Berdasarkan hasil penelusuran, dilaporkan dalam cekfakta.tempo.co (15/07/2021) bahwa suhu udara dingin yang terjadi saat ini hingga Agustus bukan disebabkan oleh fenomena Aphelion.

Peneliti dari Pusat Sains Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Andi Pangerang menjelaskan, fenomena Aphelion terjadi pada tanggal 6 Juli 2021 pukul 05.27 WIB pada jarak 152.100.527 km.

Secara umum, fenomena Aphelion tidak menyebabkan dampak yang signifikan pada Bumi. Suhu dingin ketika pagi hari yang terjadi belakangan ini dan nanti sampai dengan Agustus merupakan fenomena alamiah yang umum terjadi pada bulan-bulan puncak musim kemarau, yaitu pada Juli-September. Hal itu disebabkan tutupan awan yang sedikit sehingga tidak ada panas dari permukaan bumi yang dipantulkan kembali oleh awan.

Selain itu, posisi matahari saat ini berada di belahan Utara bumi. Sehingga tekanan udara di belahan Utara lebih rendah dibanding belahan Selatan yang mengalami musim dingin. Hal tersebut berdampak pada penurunan suhu, khususnya di Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara yang terletak di Selatan khatulistiwa.

Jarak terjauh matahari dan bumi ternyata tidak mempengaruhi panas yang diterima bumi karena panas dari matahari terdistribusi ke seluruh bumi. Salah satu yang paling mempengaruhi distribusi panas adalah pola angin. Saat ini, angin bertiup dari arah Selatan yang sedang musim dingin sehingga menyebabkan suhu menjadi terasa lebih dingin.

Senada, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam keterangan tertulis yang dibagikan Rabu, 7 Juli 2021, menjelaskan bahwa saat ini wilayah Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara Timur (NTT) menuju periode puncak musim kemarau. Periode tersebut ditandai pergerakan angin dari arah Timur, yang berasal dari Benua Australia. Pada Juli 2021 Australia berada dalam periode musim dingin, sehingga massa udara dari wilayah itu menjadi dingin dan kering.

Narasi tentang suhu dingin yang disebabkan fenomena Aphelion juga pernah menjadi viral pada 2018. Saat itu warganet menghubungkan fenomena Aphelion dengan suhu yang lebih dingin di Dieng, Bandung, Sukabumi, dan Malang. Namun kabar tersebut juga telah dibantah oleh BMKG.

KESIMPULAN
Informasi bahwa fenomena Aphelion mengakibatkan cuaca menjadi sangat dingin dan berdampak meriang, flu, batuk, sesak, dan lain-lain, adalah tidak benar. Faktanya, fenomena Aphelion tidak menyebabkan dampak yang signifikan pada bumi dan udara dingin merupakan fenomena alamiah yang umum terjadi pada bulan-bulan puncak musim kemarau, yaitu pada Juli-September.

Kategori Informasi: Disinformasi
Kategori Hoaks: Konten/ Informasi Sesat (Misleading Content)

Sumber Fakta:
1. https://cekfakta.tempo.co/fakta/1444/sesat-klaim-cuaca-dingin-di-sejumlah-wilayah-indonesia-disebabkan-fenomena-aphelion
2. https://techno.okezone.com/read/2021/07/15/56/2441054/heboh-fenomena-aphelion-bawa-suhu-dingin-ini-faktanya
3. https://tasikmalaya.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-062222864/bukan-karena-fenomena-aphelion-ternyata-ini-yang-menyebabkan-suhu-udara-lebih-dingin-di-malam-hari
4. https://www.tribunnews.com/sains/2021/07/07/apa-itu-fenomena-aphelion-bukan-penyebab-suhu-dingin-ini-penjelasannya
5. https://www.cnbcindonesia.com/tech/20210706134226-37-258684/ada-fenomena-aphelion-hari-ini-apa-itu