[HOAKS] - GEJALA UNIK VIRUS CORONA VARIAN BARU MENYERANG LANGSUNG PARU-PARU DAN TIDAK TERDETEKSI SWAB PCR


Kategori Informasi: Disinformasi
Kategori Hoaks: Konteks yang Salah (False Context)
Selasa, 25 Mei 2021

DISINFORMASI
Beredar informasi di media sosial yang memuat link berita berjudul "Kemenkes: Varian B.1.1.7, B.1.617, dan B.1.351 Sudah Masuk Indonesia" dengan mencatut Kompas.com dan disertai narasi tentang gejala yang akan dialami pasien yang terinfeksi virus baru mulai dari diare, hasil swab PCR negatif, hingga meninggal.

PENJELASAN
Berdasarkan hasil penelusuran, pada website kompas.com (22/05/2021) telah diklarifikasi bahwa klaim dalam informasi yang beredar tersebut perlu diluruskan. Unggahan beredar di media sosial Facebook hingga Whatsapp pada Kamis (20/5/2021) dengan mencatut salah satu berita Kompas.com.

Tim Cek Fakta Kompas.com mengonfirmasi hal tersebut kepada Epidemiolog Universitas Griffith, Dicky Budiman. Dia mengatakan ada informasi yang benar dan tidak benar dalam unggahan tersebut, sehingga perlu diluruskan.

"Untuk yang varian India ini memang lebih banyak menyebabkan sesak lebih berat, namun tidak semuanya tidak terdeteksi. PCR ini kan ada 3 tipe. Artinya informasi ini tidak seluruhnya benar, tidak seluruhnya salah," ungkapnya pada Kompas.com (22/5/2021).

Terkait gejala yang disebutkan, yaitu bermula dari diare hingga akhirnya meninggal, menurut Dicky hal itu tidak benar. Tidak semua pasien yang terinfeksi varian baru dimulai dari diare, sesak napas, lalu meninggal.

"Mengenai gejala ini tidak spesifik gejala untuk Covid-19, kalau diare langsung, nggak begitu. Kadang ada yang demam, ada yang sesak, gangguan pencernaan," kata Dicky.

Gejala bisa berbeda atau beragam, tapi masih berkisar pada gejala umum Covid-19. Dia menyebutkan gejala umum itu antara lain demam, gangguan penciuman, pegal seperti saat flu, dan sebagainya.

Terkait gejala unik dari varian yang ditemukan di India, dia menyebutkan ada 3, yakni: batuk terus menerus sampai satu jam, kadang dalam satu hari ada 3-4 episode batuk terus menerus mulut kering konjungtivitis atau mata merah. Dari gejala-gejala yang muncul itulah dokter akan melakukan pemeriksaan, baik pemeriksaan fisik maupun pemeriksaan penunjang lewat laboratorium.

Sedangkan terkait bisa tidaknya terdeteksi Swab/ PCR, dia menjelaskan meski terjadi mutasi pada virus corona, tapi masih bisa terdeteksi.

"Cara PCR mendeteksi virus Covid, menggunakan pengenalan target gen. Mudahnya susunan dari 4 'huruf' ACTG. Varian virus masih bisa terdeteksi karena dua alasan," tutur Tonang.

Pertama, walaupun ada perubahan dari susunan ACTG, tapi sampai batas tertentu, PCR masih bisa membacanya. Kecuali kalau perubahannya sudah begitu kompleks. Kedua, PCR untuk tes Covid menggunakan target tidak hanya 1 gen. WHO mensyaratkan minimal 2 target gen. Bahkan kadang sampai 3 target.

KESIMPULAN
Informasi yang mencatut link berita Kompas.com disertai narasi tentang gejala yang akan dialami pasien yang terinfeksi virus baru mulai dari diare, hasil swab PCR negatif, hingga meninggal, adalah tidak benar. Faktanya, informasi tersebut telah diluruskan oleh kompas.com (22/05/2021) dan pembuat pesan mencatut pemberitaan Kompas.com agar terlihat valid.

SUMBER FAKTA:

  1. 1. https://www.kompas.com/tren/read/2021/05/22/160000165/-klarifikasi-virus-corona-varian-baru-sebabkan-gejala-unik-termasuk-diare?page=all

  2. 2. https://www.medcom.id/telusur/cek-fakta/dN64o5yk-cek-fakta-gejala-mutasi-virus-korona-jenis-baru-paru-paru-berwarna-putih-ini-faktanya

  3. 3. https://www.cnbcindonesia.com/news/20210520144226-4-247038/mutasi-b1617-b117-b1351-covid-19-hantui-ri-ini-gejalanya

Bagikan: