[HOAKS] - JARINGAN 5G ADALAH AGENDA GLOBAL UNTUK MENGAKTIFKAN PANDEMI BARU


Kategori Informasi: Disinformasi
Kategori Hoaks: Konten/ Informasi Sesat (Misleading Content)
Senin, 28 Agus 2023

DISINFORMASI

Beredar video di media sosial Facebook yang  mengklaim bahwa jaringan 5G merupakan bagian dari agenda global yang bertujuan untuk memicu munculnya pandemi baru.

PENJELASAN

Berdasarkan penyelidikan yang dilakukan oleh Tim Jalahoaks, diketahui bahwa klaim tersebut adalah tidak benar.  Dikutip dari laman kompas.com (22/08/2023), video tersebut menampilkan sosok Claire Edwards. Video yang melibatkan Claire Edwards ini berasal dari saluran YouTube "Clarity with Claire Edwards," yang diunggah pada tanggal 30 Agustus 2020 lalu.

Dalam video tersebut, Edwards menyampaikan presentasinya yang berlangsung selama dua jam. Klip video yang tersebar di platform media sosial Facebook diambil dari potongan video pada menit ke-7 detik ke-3 dari presentasi tersebut. Dalam presentasinya, Edwards membahas tentang senjata elektromagnetik yang dianggap sebagai bagian dari agenda global yang diduga menargetkan anak-anak.

Selain itu, dilansir dari laman Reuters, Claire Edwards memang pernah bekerja sebagai Petugas Layanan Konferensi di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 29 Mei 1999 hingga 28 Maret 2017. Namun, saat video tersebut diunggah, Edwards sudah tidak lagi memiliki kaitan kerja dengan PBB.

Adapun, Edwards sering kali menyampaikan pernyataan-pernyataan kontroversial. Beberapa konspirasi yang pernah dia sebarkan meliputi klaim bahwa jaringan 5G dapat menyebarkan COVID-19, menyangkal pandemi, dan menyebarkan informasi keliru bahwa COVID-19 tidak lebih berbahaya daripada flu biasa.

Batas paparan medan elektromagnetik, termasuk jaringan 5G, diatur oleh Komisi Internasional untuk Perlindungan Radiasi Non-Pengion (ICNIRP). Komisi ini mengawasi efek dari medan elektromagnetik frekuensi radio pada tubuh manusia, yang terutama berkaitan dengan peningkatan suhu pada jaringan yang terpapar.

Teknologi 5G menggunakan frekuensi medan elektromagnetik frekuensi radio (RF EMF) yang lebih tinggi dari teknologi sebelumnya. Meskipun demikian, paparan 5G tidak akan membahayakan selama mematuhi pedoman yang ditetapkan oleh ICNIRP.

Ketua ICNIRP, Eric van Rongen, menegaskan bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa medan elektromagnetik dapat menyebabkan kanker, elektrohipersensitivitas, infertilitas, atau masalah kesehatan lainnya. Pernyataan serupa juga diungkapkan oleh Marvin C. Ziskin, seorang Guru Besar Radiologi dan Fisika Medis. Tidak ada dasar yang kuat untuk mengklaim bahwa teknologi 5G memiliki potensi mengakibatkan masalah kesehatan serius, selama aturan yang telah ditetapkan oleh ICNIRP diikuti.

"Bukti ilmiah menunjukkan bahwa emisi 5G tidak bersifat kumulatif. Artinya, paparan berulang dari paparan yang tidak berbahaya tidak akan menghasilkan efek biologis yang merugikan," jelas Ziskin, dilansir Reuters.

Selain tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim bahwa 5G dapat menyebabkan penyakit serius, juga tidak ada penelitian yang mengindikasikan bahwa teknologi ini memiliki potensi untuk memicu pandemi.

KESIMPULAN

Klaim bahwa jaringan 5G merupakan bagian dari agenda global untuk memicu pandemi baru adalah tidak benar. Faktanya, sosok dalam video, Claire Edwards, telah sering kali menyebarkan informasi yang keliru tentang kesehatan dan COVID-19. Selain itu, tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim bahwa jaringan 5G dapat menyebabkan penyakit serius dan potensi untuk memicu pandemi.

SUMBER FAKTA:

  1. https://www.kompas.com/cekfakta/read/2023/08/22/183600882/-hoaks-jaringan-5g-adalah-agenda-global-untuk-mengaktifkan-pandemi-baru?page=all#page2

  2. https://www.reuters.com/article/uk-factcheck-pandemic-video-idUSKBN27J2HM

Bagikan: