[HOAKS] - LARANGAN MENGKONSUMSI MAKANAN KALENG PRODUKSI THAILAND

Share :        
Rabu, 07 Apr 2021

DISINFORMASI

Beredar sebuah pesan berantai yang mengatasnamakan Dubes KBRI di Kuala Lumpur. Informasi tersebut berisi himbauan agar berhati-hati dengan makanan kaleng, khususnya yang berasal dari Thailand. Hal itu dikarenakan adanya penyebaran virus HIV/AIDS dalam makanan kaleng tersebut.

PENJELASAN

Berdasarkan hasil penelusuran, dilansir dari laman berita liputan6.com (27/04/2017) berita hoaks mengenai makanan kaleng berbahaya dari Thailand yang pernah ramai beredar pada tahun 2013 di aplikasi chat kembali menyeruak. Parahnya lagi, masih menyertakan link bahwa berita itu dari Liputan6.com.

Liputan.com sendiri memang pernah membuat berita yang sifatnya sanggahan dan ingin meluruskan bahwa pesan-pesan yang beredar di aplikasi chat itu tidak benar dan sedang dalam penyelidikan Badan Pengawas Obat dan Makanan waktu itu dengan link berikut https://health.liputan6.com/read/678535/bpom-akan-periksa-info-soal-makanan-kaleng-bahaya-asal-thailand. Humas BPOM Nelly ketika itu menyampaikan bahwa saat ini BPOM akan menyampaikan terlebih dahulu pada Kepala Biro Humas dan Kepala BPOM untuk menindaklanjut informasi tersebut.

Sayang alamat berita ini diubah dengan menambahkan dua huruf "hb" setelah kata Liputan6.com. Hingga berubah menjadi https://health.liputan6.hb/read/678535, yang kalau diklik tidak masuk ke halaman apa pun, terjadi kesalahan alias eror. Entah, apa maksud si penyebar berita. Yang jelas, kabar ini menyesatkan. 

BPOM telah mengklarifikasi kabar burung tersebut pada 12 November 2014 dan menyampaikan bahwa informasi tersebut sepenuhnya tidak benar alias hoaks. 

"Sehubungan dengan adanya pemberitaan di berbagai media sosial mengenai produk makanan kaleng impor asal Thailand yang mengandung darah dan virus HIV, Badan POM memandang perlu memberikan penjelasan sebagai berikut:

Badan POM melakukan evaluasi terhadap keamanan, mutu, dan gizi produk pangan impor sebelum diedarkan di wilayah Indonesia (pre-market evaluation).

Badan POM secara rutin melakukan pengawasan terhadap produk pangan yang beredar di wilayah Indonesia (post-market control).

Badan POM tidak pernah menemukan hal-hal seperti yang diberitakan tersebut, termasuk kandungan darah dan virus HIV dalam makanan kaleng, apalagi virus HIV tidak mampu bertahan hidup di luar host (tubuh manusia). Jadi pemberitaan tersebut adalah HOAX yang menyesatkan.

Masyarakat diimbau agar teliti membaca label. Jadilah konsumen cerdas yang tidak mudah terpengaruh isu yang beredar di media sosial. Jika ragu-ragu atau ingin mendapatkan informasi lebih lanjut, hubungi Contact Center HALO BPOM 500533 atau sms ke 081.21.9999.533 atau email: halobpom@pom.go.id."

Selain itu, telah diklarifikasi dalam akun penangkal hoaks turnbackhoax.id (19/09/2019), bahwa klaim adanya penyebaran virus HIV/AIDS dalam makanan kaleng produkasi Thailand, adalah tidak benar.

KESIMPULAN

Informasi yang menyebutkan bahwa adanya penyebaran virus HIV/AIDS dalam makanan kaleng produksi Thailand, adalah tidak benar. Faktanya, Badan POM tidak pernah menemukan hal-hal seperti yang diberitakan tersebut, termasuk kandungan darah dan virus HIV dalam makanan kaleng, apalagi virus HIV tidak mampu bertahan hidup di luar host (tubuh manusia). Jadi pemberitaan tersebut adalah Hoaks yang menyesatkan.

Kategori Informasi: Disinformasi
Kategori Hoaks: Konten/Informasi Sesat (Misleading Content)

Sumber Fakta:

1. https://www.liputan6.com/health/read/2933885/hoaks-berita-tentang-makanan-kaleng-berbahaya-dari-thailand

2. https://turnbackhoax.id/2019/09/19/salah-makanan-kaleng-produksi-thailand-bisa-tularkan-hivkembali/

3. https://kominfo.go.id/content/detail/24150/hoaks-imbauan-ibu-dubes-kbri-kuala-lumpur-soal-produk-china/0/laporan_isu_hoaks