[HOAKS] - PENGGUNAAN MAMOGRAFI DIHENTIKAN DI SWISS


Kategori Informasi: Disinformasi
Kategori Hoaks: Konteks yang Salah (False Context)
Jumat, 22 Des 2023

DISINFORMASI

Beredar unggahan di Facebook yang mengklaim Swiss sebagai negara pertama yang menghentikan penggunaan mamografi.

PENJELASAN

Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui bahwa klaim tersebut adalah tidak benar. Dikutip dari laman kompas.com (15/12/2023), Swiss tidak pernah melarang mamografi. Dewan Medis Swiss memang pernah menyarankan untuk meninjau kembali penggunaan mamografi sistematis. Mereka menyarankan evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas, kegunaan, dan efisiensi mamografi sesuai kriteria undang-undang asuransi kesehatan.

Juru bicara kantor Federal untuk Kesehatan Masyarakat Swiss, seperti dikutip dari AFP, membantah adanya larangan penggunaan mamografi.

“Mamografi sama sekali tidak dilarang di Swiss,” ucapnya.

Menurutnya, prosedur ini direkomendasikan bagi perempuan berusia 40 hingga 59 tahun untuk dilakukan setiap tahun, dan bagi perempuan berusia 60 hingga 75 tahun untuk dilakukan setiap dua tahun sekali.

“Ini (mamografi) ditanggung oleh asuransi kesehatan dan direkomendasikan untuk perempuan berusia antara 40 dan 59 tahun setiap tahunnya dan untuk perempuan berusia antara 60 dan 75 setiap dua tahun,” lanjutnya.

Mamografi memang menggunakan X-ray, sehingga pasien terpapar sedikit radiasi pengion. Namun, menurut Institut Kesehatan Nasional AS (NIH), manfaat mamografi secara teratur lebih besar daripada risiko radiasi bagi perempuan. Risiko terbesar terjadi pada perempuan di bawah usia 40 tahun, tetapi dalam beberapa kasus, manfaat mamografi dalam mendeteksi kanker payudara bisa lebih besar daripada risiko radiasi.

Dari Institut Kanker Nasional Perancis, diketahui bahwa skrining mamografi dapat mengurangi keparahan penyakit dan meningkatkan harapan hidup pasien. Kanker tahap awal yang terdeteksi lebih awal umumnya kurang agresif, memerlukan perawatan yang lebih ringan, dan memiliki efek samping yang lebih sedikit.

Mamografi berkontribusi kurang dari 2 persen terhadap total paparan radiasi di populasi Perancis. Risiko kematian akibat kanker karena radiasi berkisar antara 1 hingga 10 per 100.000 perempuan yang menjalani mamografi setiap dua tahun selama 10 tahun. Jumlah kematian akibat kanker yang dapat dihindari melalui skrining jauh lebih besar daripada risiko kematian karena radiasi.

Penelitian yang diterbitkan oleh JAMA Network Open pada 2022 mengevaluasi risiko hasil positif palsu dari mamografi. Penelitian ini melibatkan 3 juta pemeriksaan mammogram untuk 903.495 perempuan berusia 40-79 tahun antara tahun 2005-2018. Studi ini menemukan bahwa hasil positif palsu cukup umum, dengan sekitar 12 persen pemeriksaan memerlukan tindak lanjut lebih lanjut.

KESIMPULAN

Unggahan yang mengklaim Swiss sebagai negara pertama yang menghentikan penggunaan mamografi adalah tidak benar. Faktanya, Juru bicara kantor Federal untuk Kesehatan Masyarakat Swiss, membantah adanya larangan penggunaan mamografi.

SUMBER FAKTA:

  1. https://www.kompas.com/cekfakta/read/2023/12/15/201000482/swiss-tidak-menghentikan-penggunaan-mamografi?page=all

  2. https://www.swissmedicalboard.ch/index.php?id=70&no_cache=1&L=1&tx_news_pi1[news]=38&cHash=e7bda81cbe977e8cee5d3f51cd8ce547

  3. https://fakty.afp.com/doc.afp.com.344F8G3

Bagikan: