Jala Hoaks Jakarta

[HOAKS] - PERANGKAT ELEKTRONIK DALAM VAKSIN COVID-19 AKAN DIAKTIFKAN PADA 4 OKTOBER 2023


Kategori Informasi: Disinformasi
Kategori Hoaks: Konten/ Informasi Sesat (Misleading Content)
Selasa, 03 Okt 2023

DISINFORMASI
Beredar sebuah video di media sosial Facebook yang menginformasikan bahwa pada 4 Oktober 2023, perangkat elektronik yang ada di dalam vaksin Covid-19 akan diaktifkan. Pengaktifan tersebut dikaitkan dengan adanya Graphene Oxide yang ada di dalam vaksin Covid-19. Pria dalam video menyebutkan bahwa inisiasi pengaktifan tersebut dilakukan oleh organisasi bernama FEMA.

PENJELASAN
Berdasarkan hasil penelusuran Tim Jalahoaks diketahui bahwa klaim pada video tersebut tidak benar. Dilansir dari kompas.com (29/09/2023), Badan Manajemen Darurat Federal atau Federal Emergency Management Agency (FEMA) Amerika Serikat bekerja sama dengan Komisi Komunikasi Federal Amerika Serikat (FCC) akan melakukan uji coba sistem peringatan darurat (EAS) dan peringatan darurat nirkabel (WEA) pada 4 Oktober 2023 pukul 10.20 waktu setempat, bukan pengaktifan perangkat elektronik di dalam vaksin Covid-19.

Uji coba sistem peringatan darurat tingkat nasional ini akan disiarkan untuk perangkat telepon seluler, radio, dan televisi. Sistem peringatan itu berguna untuk imbauan mengenai bencana, cuaca ekstrem, dan kondisi darurat tingkat nasional lainnya. FEMA juga bekerja sama dengan operator seluler untuk mengirimkan peringatan ke ponsel yang kompatibel di wilayah yang ditargetkan secara geografis.

Uji coba tersebut tidak ada kaitannya dengan vaksin Covid-19. Dilansir dari afp.com (23/09/2023), pihak FEMA menegaskan bahwa tujuan uji coba adalah untuk memastikan sistem peringatan efektif untuk kondisi darurat.

"EAS dan WEA adalah alat penting yang digunakan untuk memperingatkan penduduk sipil di wilayah yang terancam oleh bencana alam, aksi terorisme, dan bencana akibat ulah manusia lainnya atau ancaman terhadap keselamatan publik," ujar perwakilan FEMA.

"Peringatan ini menyelamatkan nyawa dan memungkinkan masyarakat melindungi harta benda ketika terjadi bencana, dan pengujian yang kami lakukan dengan mitra kami di FCC dimaksudkan untuk memastikan bahwa sistem berfungsi dengan baik," ujarnya.

Sistem peringatan berupa sinyal audio yang digunakan FEMA sejak 1963 juga tidak berdampak buruk bagi kesehatan. Profesor fisika di Universitas Pittsburgh, Eric Swanson menjelaskan, peringatan darurat sama seperti menerima pesan teks di ponsel.

"Menerima pesan tidak berbeda dalam hal energi atau gelombang radio dibandingkan pesan lainnya," kata Swanson.

Sedangkan, mengenai klaim terdapat unsur Graphene Oxide dalam vaksin Covid-19 sudah diperiksa oleh Jalahoaks dalam artikel berjudul “[HOAKS] - VAKSIN COVID-19 MENGANDUNG GRAPHENE OXIDE PENYEBAB HIV/AIDS” yang tayang pada 11 Januari 2022. Dalam artikel periksa fakta Jalahoaks tersebut dalam vaksin Covid-19 tidak mengandung Graphene Oxide.

KESIMPULAN
Informasi bahwa pada 4 Oktober 2023 perangkat elektronik yang ada dalam vaksin Covid-19 akan diaktifkan, adalah tidak benar. Faktanya,  FEMA Amerika Serikat bersama FCC akan melakukan uji coba sistem peringatan darurat (EAS) dan peringatan darurat nirkabel (WEA) di wilayah Amerika Serikat pada 4 Oktober 2023, tidak ada kaitannya dengan vaksin Covid-19.

SUMBER FAKTA:

  1. https://www.kompas.com/cekfakta/read/2023/09/29/140200282/-hoaks-perangkat-elektronik-dalam-vaksin-akan-diaktifkan-4-oktober?page=all#page2

  2. https://www.weather.gov/afc/WEAtest

  3. https://factcheck.afp.com/doc.afp.com.33VZ77C

  4. https://jalahoaks.jakarta.go.id/detail/HOAKS-Vaksin-Covid-19-Mengandung-Graphene-Oxide-Penyebab-HIVAIDS

Bagikan: