[HOAKS] - RAMUAN DAUN PEPAYA DAN JAHE ADALAH OBAT COVID-19 VARIAN OMICRON


Kategori Informasi: Disinformasi
Kategori Hoaks: Konten/ Informasi Sesat (Misleading Content)
Kamis, 10 Feb 2022

DISINFORMASI
Beredar sebuah unggahan di media sosial Facebook yang menyatakan bahwa ramuan campuran daun pepaya tua dengan jahe adalah obat Covid-19 varian Omicron.

PENJELASAN
Berdasarkan hasil penelusuran Tim Jalahoaks, klaim tersebut tidak benar. Ramuan campuran daun pepaya dan jahe belum terbukti secara ilmiah.

Dilansir dari liputan6.com (07/02/2022), Guru Besar Farmasi UGM, Prof. Dr. Zullies Ikawati, Apt, mengatakan bahwa ramuan campuran daun pepaya dan jahe belum bisa dibuktikan keampuhannya menyembuhkan Covid-19 varian Omicron.

"Silakan saja, tidak berbahaya, tapi tidak janji juga ya hasilnya," kata Zullies.

Zullies menambahkan, pepaya dan jahe memang memiliki fungsi nutrisi yang baik. Namun, kandungan tersebut tidak secara khusus untuk menyebuhkan penderita Omicron. 

"Secara umum semua yang disebutkan memiliki fungsi nutrisi yang baik. Tapi tdak secara spesifik untuk omicron," tuturnya.

Senada dengan itu, dilansir dari kompas.com (08/02/2022), Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), DR (Cand.) dr Inggrid Tania, MSi, mengatakan bahwa pesan berantai tersebut adalah hoaks. 

Inggrid menjelaskan, daun pepaya tua maupun muda serta jahe, memang diketahui memiliki sifat sebagai imunostimulan, yang bisa menstimulasi respons sistem imun. Sementara, jeruk nipis memiliki kandungan vitamin C yang baik bagi kesehatan. Adapun madu juga memiliki sifat imunomodulator, yakni zat alami atau sinteti, yang membantu mengatur maupun menormalkan sistem kekebalan tubuh. 

Meski ramuan herbal itu bermanfaat, tetapi belum ada penelitian mengenai khasiatnya pada penyembuhan infeksi virus Corona. "Jadi baru secara umum aja melalui penelitian diketahui bahwa daun pepaya dan jahe bersifat imunostimulan yang menguatkan respons imun. Jadi bisa menstimulasi sel-sel imun dalam melawan penyakit infeksi," kata Inggrid.

Hal serupa juga berlaku bagi gejala anosmia. Meski anosmia jarang terjadi pada pasien dengan varian Omicron, obat herbal juga belum terbukti mampu mengatasinya. "Gabungan misalnya dari pepaya, jahe, madu, jeruk nipis memang bisa membantu mengatasi gejala-gejala seperti batuk, pilek, tetapi kalau anosmia memang belum ada penelitiannya," kata Inggrid. 

Ia menjelaskan bahwa ada satu penelitian yang mengaitkan pengobatan anosmia dari varian Delta dengan jintan hitam atau habbatussauda. Namun, belum ada pembuktian untuk herbal lainnya. Inggrid menyayangkan beredarnya hoaks yang mengajak orang untuk tidak memeriksakan diri ke dokter meski positif Covid-19 dan bergejala. Disarankan, jika mulai muncul gejala harus segara dilakukan tes Covid-19 serta memeriksakan diri.

"Karena kalau dianggap remeh malah takutnya bisa lebih buruk, atau mungkin berpotensi menularkan ke orang lain, kalau ternyata dia beneran (positif) Covid atau Omicron," imbuh Inggrid.

KESIMPULAN
Informasi tentang ramuan campuran daun pepaya dengan jahe sebagai obat Covid-19 varian Omicron, adalah tidak benar. Faktanya, ramuan campuran daun pepaya dan jahe belum bisa dibuktikan keampuhannya menyembuhkan Covid-19 varian Omicron.

SUMBER FAKTA:

  1. 1.       https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4879679/cek-fakta-ramuan-obat-omicron-campuran-daun-pepaya-dan-jahe-ini-belum-terbukti-klinis

  2. 2.       https://www.kompas.com/cekfakta/read/2022/02/08/143914882/hoaks-ramuan-obat-herbal-untuk-menyembuhkan-varian-omicron?page=all#page2

  3. 3.       https://www.medcom.id/telusur/cek-fakta/yKXqG9ON-cek-fakta-campuran-daun-pepaya-dan-jahe-dapat-mengobati-covid-19-varian-omicron-cek-faktanya

  4.  

Bagikan: