[HOAKS] - SEORANG PRIA DITEMUKAN MENINGGAL KARENA TERPAPAR RADIASI HANDPHONE

Share :        
Rabu, 27 Jul 2022

DISINFORMASI
Beredar sebuah video di media sosial Facebook tentang seorang pria yang ditemukan meninggal di kamarnya dengan dua unit Handphone (HP) berada di dekat kepala korban. Diklaim, radiasi Handphone (HP) dapat menjadi penyebab kematian.

PENJELASAN
Berdasarkan hasil penelusuran Tim Jalahoaks, diketahui bahwa klaim seorang pria yang ditemukan meninggal di kamarnya dengan dua unit Handphone (HP) berada di dekat kepala korban adalah tidak benar.

Dilaporkan dalam cekfakta.tempo.com (23/07/2022), Kapolres Flores Timur AKBP I Gede Ngurah Joni Mahardika (22/07/2022), membenarkan jenazah yang ditemukan meninggal dunia di kamar tersebut adalah Romo Bernadus "Edu" Bara Kerans Pr, seorang tokoh agama di Larantuka. Romo Edu meninggal dalam usia 63 tahun pada Kamis pagi, 14 Juli 2022 di kamarnya. Romo Edu diketahui memiliki riwayat penyakit jantung dan pernah berobat di Jakarta untuk pemasangan ring, namun urung dilakukan.

“Beliau ditemukan meninggal di kamarnya pada hari Kamis, 14 Juli 2022. Hasil pemeriksaan, penyebab kematiannya karena penyakit jantung. Romo Bernadus memang ada riwayat penyakit jantung sebelumnya,” jelas Kapolres dalam pesan singkatnya.

Sementara itu, sejumlah penelitian menyebutkan tidak ada hubungannya antara radiasi ponsel dengan kesehatan, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Menurut The US Food and Drugs Administration (FDA), tidak ada bukti ilmiah berbobot yang menghubungkan paparan energi frekuensi radio dari penggunaan ponsel dengan masalah kesehatan pada atau di bawah batas paparan frekuensi radio yang ditetapkan oleh FCC.

Ponsel dan Energi Frekuensi Radio Ponsel memancarkan radiasi non-pengion tingkat rendah saat digunakan. Jenis radiasi yang dipancarkan oleh telepon seluler disebut juga sebagai energi frekuensi radio (RF).

Selain itu, National Cancer Institute menjelaskan bahwa saat ini tidak ada bukti yang konsisten bahwa radiasi non-pengion meningkatkan risiko kanker pada manusia. Efek biologis yang diakui secara konsisten dari radiasi frekuensi radio pada manusia adalah pemanasan.

Dari laman Better Health Channel dijelaskan, radiasi adalah kombinasi energi listrik dan magnet yang bergerak melalui ruang dengan kecepatan cahaya. Hal itu juga disebutkan sebagai radiasi Elektromagnetik (EMR).

Radiasi dikelompokkan menjadi 2 kelompok besar, yaitu:
1. Radiasi pengion (IR), yang mampu menyebabkan perubahan atom atau molekul dalam tubuh yang dapat mengakibatkan kerusakan jaringan seperti kanker. Contoh IR termasuk sinar X dan sinar gamma.
2. Radiasi non-pengion (NIR) – yang tidak menyebabkan perubahan ini, tetapi dapat mendorong molekul untuk bergetar. Hal ini dapat menyebabkan kenaikan suhu, serta efek lainnya. Contoh NIR termasuk radiasi ultraviolet di bawah sinar matahari, cahaya tampak, bola lampu, radiasi inframerah, energi gelombang mikro, dan energi frekuensi radio.

Ada banyak penelitian di seluruh dunia tentang radiasi RF dan efeknya pada tubuh. Ada perbedaan besar antara efek biologis – efek pada tubuh dan efek kesehatan. Misalnya, radiasi RF dari ponsel memiliki efek biologis menaikkan suhu di area otak yang terlokalisir sebesar sepersekian derajat. Efek biologis ini tidak secara otomatis membawa risiko kesehatan apa pun. Tubuh manusia diperlengkapi untuk menghadapi variasi suhu yang sangat luas tanpa mengalami bahaya. Karena radiasi RF adalah bentuk radiasi non-pengion, tidak dapat menyebabkan kanker. Tidak ada cara biologis lain yang diketahui bahwa radiasi RF dapat bersifat karsinogenik. Sementara penelitian terus berlanjut apakah penggunaan ponsel menyebabkan masalah kesehatan selain kanker atau tidak, belum ada implikasi kesehatan negatif yang ditemukan.

KESIMPULAN
Informasi tentang video seorang pria meninggal dunia karena radiasi HP, adalah tidak benar. Faktanya, pria dalam video tersebut adalah tokoh agama di Larantuka yang meninggal karena penyakit jantung. Selain itu, sejumlah penelitian menyebutkan tidak ada hubungannya antara radiasi ponsel dengan kesehatan, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Kategori Informasi: Disinformasi
Kategori Hoaks: Konteks yang Salah (False Context)

Sumber Fakta:
1. https://cekfakta.tempo.co/fakta/1813/menyesatkan-radiasi-hp-menyebabkan-kematian
2. https://www.fda.gov/radiation-emitting-products/cell-phones/do-cell-phones-pose-health-hazard
3. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/mobile-phones-and-your-health#research-into-mobile-phones-and-health-risks
4. https://www.liputan6.com/tekno/read/3255988/apa-benar-radiasi-smartphone-bisa-sebabkan-kematian