[HOAKS] - SERIAL KARTUN THE SIMPSONS PREDIKSI KEMATIAN RATU ELIZABETH II

Share :        
Selasa, 20 Sep 2022

DISINFORMASI
Beredar sebuah gambar di media sosial Facebook yang memperlihatkan sosok Ratu Elizabeth II dalam wujud kartun dengan gaya The Simpsons terbaring di peti dan terdapat penanda tahun 1926-2022  yang diklaim sebagai prediksi rentang waktu kehidupannya.

PENJELASAN
Berdasarkan hasil pencarian Tim Jalahoaks, diketahui bahwa klaim pada gambar kartun tersebut adalah tidak benar.

Dilansir dari kompas.com (17/09/2022), pemeriksa fakta Misbar telah mengidentifikasi bahwa gambar yang diklaim memperlihatkan The Simpsons memprediksi kematian Ratu Elizabeth II adalah hasil rekayasa digital. Gambar tersebut adalah versi digital dari gambar lama, yang juga merupakan gambar palsu, yakni versi editan dari gambar hoaks yang dimaksudkan untuk membuktikan bahwa The Simpsons memprediksi kematian mantan Presiden AS Donald Trump.

Sebagai informasi, The Simpsons adalah serial kartun Amerika Serikat yang tayang perdana pada 17 Desember 1989 dan memasuki season 34 pada 2022. Serial ini telah memiliki 728 episode. Serial kartun ini diketahui telah beberapa kali memprediksi peristiwa masa depan. Salah satunya adalah ramalan Donald Trump menjadi Presiden AS yang ditayangkan pada episode berjudul "Bart to the Future" yang terdapat pada musim ke-11 episode 17.

KESIMPULAN
Informasi tentang gambar yang diklaim memperlihatkan The Simpsons memprediksi kematian Ratu Elizabeth II, adalah tidak benar. Faktanya, gambar prediksi kematian Ratu Elizabeth II tersebut adalah hasil rekayasa digital.

Kategori Informasi: Disinformasi
Kategori Hoaks: Konten Manipulasi (Manipulated Content)

Sumber Fakta:
1. https://www.kompas.com/cekfakta/read/2022/09/17/120721782/hoaks-the-simpsons-prediksi-kematian-ratu-elizabeth-ii?page=all
2. https://misbar.com/en/factcheck/2022/09/15/lsquothe-simpsonsrsquo-did-not-predict-the-death-of-queen-elizabeth-ii
3. https://www.cnnindonesia.com/hiburan/20220814154831-220-834469/5-ramalan-the-simpsons-yang-jadi-kenyataan-trump-hingga-rusia