[HOAKS] - SPUIT VAKSIN PRESIDEN JOKOWI BERBEDA DENGAN SPUIT VAKSIN SINOVAC

Share :        
Kamis, 14 Jan 2021

DISINFORMASI
Beredar informasi di media sosial bahwa spuit vaksin Covid-19 yang disuntikkan ke lengan Presiden Jokowi berbeda dengan spuit bawaan dari kemasan vaksin Sinovac.

PENJELASAN
Berdasarkan hasil penelusuran, telah diklarifikasi dalam laman turnbackhoax.id (13/01/2021) bahwa kemasan vaksin Sinovac dalam foto yang beredar adalah kemasan uji klinis. Dalam kemasan vaksin uji klinis, memang terdapat wadah vaksin sekaligus jarum suntik. Sementara dalam kemasan vaksinasi, hanya terdiri dari vial single dose atau botol dosis tunggal/ sekali pakai.

Adapun vaksin yang digunakan untuk vaksinasi telah mendapatkan izin penggunaan darurat atau emergency authorization (UEA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sehingga memiliki kemasan yang berbeda, sudah tidak ada tulisan “Only for Clinical Trial.”

Sebagaimana telah disiarkan secara langsung, Presiden Joko Widodo telah disuntik vaksin Covid-19 buatan Sinovac Cina, di Istana Negara, Jakarta, Rabu 13 Januari 2021 sekitar pukul 09.30 WIB. Berdasarkan video siaran langsung dari kanal Youtube Sekretariat Presiden, kemasan vaksin Sinovac yang disuntikkan ke Presiden Jokowi berbeda dengan kemasan vaksin uji klinis yang ada di foto viral yang beredar.

KESIMPULAN
Informasi bahwa spuit vaksin Covid-19 yang disuntikkan ke lengan Presiden Jokowi berbeda dengan spuit bawaan dari kemasan vaksin Sinovac, adalah tidak benar. Faktanya, kemasan vaksin Sinovac dalam foto yang beredar adalah kemasan uji klinis, bukan kemasan vaksinasi yang telah mendapatkan UEA dari BPOM dan digunakan oleh Presiden Jokowi.

Kategori Informasi: Disinformasi
Kategori Hoaks: Konten Manipulasi (Manipulated Content)

Sumber Fakta:
1. https://turnbackhoax.id/2021/01/13/salah-kemasan-vaksin-sinovac-ga-pake-ampulan-didalam-box-vaksin-sudah-ada-spuit-khusus-yg-sdh-ada-vaksin-nya/
2. https://cekfakta.com/focus/6078
3. https://prfmnews.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-131264539/foto-momen-momen-presiden-jokowi-saat-disuntik-vaksin-corona-sinovac-hari-ini