[HOAKS] - VAKSIN ADALAH UPAYA DEPOPULASI RAKYAT

Share :        
Jumat, 17 Jun 2022

DISINFORMASI

Beredar di media sosial Twitter informasi yang menyebutkan bahwa vaksin merupakan praktek depopulasi rakyat

PENJELASAN

Berdasarkan hasil penelusuran Tim Jalahoaks bahwa klaim Vaksin merupakan Praktek depopulasi rakyat adalah Tidak Benar.

Dilansir dari laman covid19.go.id (12/06/2022) manfaat vaksinasi Covid-19 melebihi potensi risiko apa pun. Laporan tentang efek samping pada VAERS setelah vaksinasi, termasuk kematian, tidak selalu berarti bahwa vaksin menyebabkan masalah kesehatan. Lebih dari 587 juta dosis vaksin Covid-19 diberikan di negara Amerika Serikat dari mulai 14 Desember 2020 hingga 31 Mei 2022. 

Selama waktu ini, VAERS menerima 14.890 laporan awal kematian  (0,0025%) di antara orang-orang yang menerima Covid-19. Dokter CDC dan FDA meninjau laporan kematian VAERS termasuk sertifikat kematian, Otopsi, dan catatan medis.

Selain itu, menurut Who.int, vaksin Covid-19 telah di uji dalam uji coba terkontrol acak besar yang mencakup orang-orang dari rentang usia yang luas, semua jenis kelamin, etnis yang berbeda, dan mereka yang memiliki kondisi medis yang diketahui.

Vaksin telah menunjukkan tingkat kemanjuran yang tinggi di semua populasi. Vaksin telah terbukti aman dan efektif pada orang dengan berbagai kondisi medis mendasar yang terkait dengan peningkatan risiko penyakit parah.

Ini termasuk tekanan darah tinggi; diabetes; asma; penyakit paru, hati atau ginjal; dan infeksi kronis yang stabil dan terkontrol.

Dilansir dari laman Reuters.com, klaim dalam video yang dijadikan rujukan dalam narasi tersebut beberapa ada yang salah dan ada yang menyesatkan. Dalam klaim video tersebut dikatakan orang yang telah mengambil vaksin mRNA akan mati dalam enam bulan sampai 3-5 tahun ke depan, sedangkan belum ada laporan kematian massal akibat vaksin COVID-19 di AS sejak vaksinasi dimulai pada Desember 2020. Selanjutnya klaim yang menyatakan vaksin menurunkan sistem kekebalan alami dan akan menyebabkan kematian apabila mengambil vaksin booster. Padahal menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), vaksin bekerja dengan kekebalan tubuh, bukan melawannya. Lalu klaim peningkatan ketergantungan antibodi (Antibody Dependent Enhancement) terjadi pada semua orang yang telah vaksin, padahal tidak ada bukti bahwa vaksin COVID-19 menyebabkan ADE. Lalu beberapa klaim lainnya seperti pembekuan darah dan kemandulan akibat vaksin mRNA yang tidak terbukti kebenarannya.

KESIMPULAN

Klaim vaksin merupakan praktek depopulasi rakyat adalah tidak benar. Faktanya vaksin telah terbukti aman dan efektif pada orang dengan berbagai kondisi medis mendasar yang terkait dengan peningkatan risiko penyakit parah.

Kategori Informasi: Disinformasi

Kategori Hoaks: Konten/ Informasi Sesat (Misleading Content)

Sumber Fakta:

1. https://covid19.go.id/artikel/2022/06/12/salah-vaksin-merupakan-praktik-depopulasi-rakyat

2. https://cekfakta.com/focus/9961