[HOAKS] - VAKSIN COVID-19 MENYEBABKAN HEPATITIS AKUT PADA ANAK

Share :        
Rabu, 11 Mei 2022

DISINFORMASI
Beredar sebuah video di media sosial Facebook tentang pernyataan seorang pria yang mengklaim bahwa vaksin Covid-19 menyebabkan hepatitis akut pada anak. Disebutkan bahwa Kemenkes tidak menghitung variabel yang mungkin terjadi pada anak usia 2 tahun yang meninggal karena meminum air susu ibu (ASI) dari ibu yang sudah divaksin Covid-19 yang diduga karena terjangkit hepatitis akut.

PENJELASAN
Dalam Rilis Sehat yang diunggah pada situs resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI sehatnegeriku.kemkes.go.id (05/05/2022) berjudul "Tidak Ada Kaitan antara Vaksinasi Covid-19 dengan Penyakit Hepatitis Akut pada Anak," Kemenkes membantah adanya kaitan antara vaksinasi Covid-19 dengan penyakit hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya pada anak.

Hal tersebut disampaikan oleh Lead Scientist untuk kasus ini, Prof. dr. Hanifah Oswari, Sp. A(K), pada acara keterangan pers di Jakarta (05/05/2022).

“Kejadian ini dihubungkan dengan vaksin Covid-19 itu tidak benar, karena kejadian saat ini tidak ada bukti bahwa itu berhubungan dengan vaksinasi Covid-19,” ungkap Prof. Hanifah.

Lebih lanjut, Prof. Hanifah menyampaikan bahwa sampai saat ini juga belum ada bukti yang menunjukkan adanya kaitan penyakit hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya  tersebut dengan Covid-19, melainkan adanya kejadian yang koinsiden (bersamaan).

Sebagai upaya peningkatan kewaspadaan, pencegahan, dan pengendalian Infeksi Hepatitis Akut pada Anak, pemerintah telah menerapkan beberapa hal, diantaranya dengan mengeluarkan Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/2515/2022 tentang Kewaspadaan terhadap Penemuan Kasus Hepatitis Akut yang Tidak Diketahui Etiologinya (Acute Hepatitis Of Unknown Aetiology).

Selain itu, Kemenkes telah menunjuk antara lain Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso dan Laboratorium Fakultas Kedokteran UI sebagai laboratorium rujukan untuk pemeriksaan spesimen. Pemerintah juga meminta seluruh tenaga kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan untuk menerapkan pencegahan dan pengendalian infeksi, khususnya untuk infeksi virus. Selain itu, juga diharapkan adanya rumah sakit rujukan di setiap Kabupaten.

Dilaporkan dalam laman berita kompas.com (09/05/2022), Juru Bicara Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi mengatakan klaim bahwa vaksin dapat diturunkan melalui ASI juga keliru.

"Sampai saat ini vaksin Covid tidak diturunkan melalui ASI," kata Nadia, Senin (09/05/2022).

Hal serupa juga disampaikan oleh Juru Bicara Satuan Tugas Covid-19 RS UNS Surakarta, dr Tonang Dwi Ardyanto. Dalam ASI dari ibu yang sudah divaksinasi Covid-19, yang terutama ditransfer ialah antibodinya. Ada sedikit sel-sel T memori yang ikut terbawa, tetapi proporsinya kecil.

"Mau pada anak-anak atau dewasa, kejadian auto-imunitas itu tergantung orang per orangnya. Tergantung apakah ada bawaan kemiripan proteinnya tadi. Jadi bukan soal lewat ASI atau tidak. Kembali kepada tubuh anak itu sendiri," kata Tonang.

KESIMPULAN
Informasi dalam video tentang vaksin Covid-19 menyebabkan hepatitis akut pada anak dan vaksin Covid-19 dapat disalurkan melalui ASI kepada bayi, adalah tidak benar. Faktanya, tidak ada bukti yang membenarkan bahwa vaksin Covid-19 menyebabkan hepatitis akut pada anak yang ditetapkan sebagai KLB oleh WHO. Selain itu, vaksin Covid-19 juga tidak dapat disalurkan melalui ASI kepada bayi.

Kategori Informasi: Disinformasi
Kategori Hoaks: Konten/ Informasi Sesat (Misleading Content)

Sumber Fakta:
1. https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20220505/3339775/tidak-ada-kaitan-antara-vaksinasi-covid-19-dengan-penyakit-hepatitis-akut-pada-anak/
2. https://www.kompas.com/cekfakta/read/2022/05/09/193904882/hoaks-vaksin-covid-19-menyebabkan-hepatitis-akut-pada-anak?page=all#page2
3. https://nasional.tempo.co/read/1589286/hepatitis-akut-misterius-ada-hubungannya-dengan-vaksin-covid-19-ini-kata-idai/full&view=ok