[HOAKS] - VAKSIN SINOVAC COVID-19 HANYA UNTUK UJI KLINIK DAN MENGANDUNG SEL VERO SERTA BAHAN DASAR BERBAHAYA

Share :        
Senin, 04 Jan 2021

DISINFORMASI

Beredar informasi di media sosial sebuah pesan berantai melalui aplikasi WhatsApp berisi narasi yang menyebutkan bahwa terdapat tulisan "Only for clinical trial” (Hanya untuk uji coba klinis alias untuk kelinci percobaan) pada kemasan vaksin Sinovac Covid-19 yang akan di suntikkan kepada masyarakat. Selain itu juga disebutkan bahwa vaksin Sinovac mengandung Vero Cell atau jaringan Kera Hijau, virus hidup yang dilemahkan serta bahan berbahaya lainnya seperti boraks.

PENJELASAN

Berdasarkan hasil penelusuran tim JalaHoaks, dilansir dari laman sehatnegeriku.kemkes.go.id (03/01/2020) Sekretaris perusahaan Bio Farma Bambang Heriyanto meginformasikan bahwa vaksin covid-19 yang saat ini sudah berada di Bio Farma, dan akan digunakan untuk program vaksinasi nantinya, akan menggunakan vaksin yang telah mendapatkan izin penggunaan dari BPOM, sehingga kemasannya akan berbeda dengan vaksin yang akan digunakan untuk keperluan uji klinik.

Pre-filled Syringe atau di singkat PFS kemasan corovac untuk uji klinik, dimana kemasan dan jarum suntik berada dalam satu kemasan. Kemasan yang akan digunakan untuk vaksinasi dikemas dalam bentuk vial single dose dan tidak ada penandaan “Only for clinical trial” sudah memperoleh izin penggunaan.

Vaksin covid-19 buatan Sinovac yang digunakan mengandung bahan antara lain virus yang sudah dimatikan (inactivated virus) dan tidak mengandung sama sekali virus hidup atau yang dilemahkan. Merupakan metode paling umum dalam pembuatan virus.

Alumunium Hidroksida merupakan bahan yang berfungsi untuk meningkatkan kemampuan vaksin. Larutan Fosfat adalah sebagai penstabil (stabilizer), dan larutan garam Natrium Klorida memberikan kenyamanan dalam penyuntikan.  

Bambang menjelaskan bahwa vaksin COVID-19 buatan Sinovac tidak mengandung vero cell atau sel vero, karena sel vero hanya digunakan sebagai media kultur untuk media kembang dan tumbuh virus tersebut untuk proses perbanyakan virus sebagai bahan baku vaksin. Jika tidak mempergunakan media kultur, maka virus akan mati sehingga tidak dapat digunakan untuk pembuatan vaksin.

Vaksin Covid-19 buatan Sinovac juga tidak mengandung bahan boraks, formalin, merkuri, serta tidak mengandung pengawet. Vaksin yang akan digunakan di masyarakat telah melalui tahapan pengembangan dan serangkaian uji yang ketat, sehingga terjamin kualitas, keamanan dan efektifitasnya di bawah pengawasan BPOM serta memenuhi standar internasional.

Tahap 2 dari Vaksin Covid-19 buatan Sinovac telah tiba diindonesia sebanyak 1,8 juta dosis dalam bentuk produk dalam kemasan vial dosis tunggal dan sudah berada di Bio Farma. Dengan demikian, jumlah vaksi Covid-19 buatan Sinovac sudah diterima oleh Indonesia sebanyak 3 juta dosis

Seluruh Vaksin di simpan tempat penyimpanan khusus di fasilitas penyimpanan Bio Farma, dengan suhu yang tetap terjaga antara 2-8 derajat Celcius. Pengujian ini dilakukan dalam rangka menjaga kualitas dan keamanan produk vaksin agar terjamin mulai dari diproduksi sampai didistribusikan.

Dilansir juga dari laman kompas.com, LPPOM MUI sedang melakukan sertifikasi dan sudah berlangsung proses audit dari LPPOM MUI pada November 2020 dan saat ini proses berlanjut. Hasil dari proses sertifikasi LPPOM MUI ini akan disampaikan ke Komisi Fatwa MUI.

Ketika akan dilakukan proses vaksinasi, akan ada fase 4 post marketing surveillance atau disebut juga pharmacovigilance. Pharmacovigilance ini akan memantau kejadian ikutan Paska Imunisasi (KIPI) selama program vaksinasi berlangsung .

Pemantauan dilakukan oleh lembaga independen, Komisi Nasional Kejadian Ikutan Paska Imunisasi. Komnas KIPI ini bertugas memantau apabila ada kejadian. Pemantauan seperti ini merupakan hal yang wajar karena sudah berlangsung lama. Oleh karena itu agar masyarakat tak perlu khawatir.

KESIMPULAN

Pesan berantai yang menyebutkan bahwa Vaksin Sinovac Covid-19 hanya untuk uji klinik karena adanya tulisan "Only for clinical trial” dan mengandung Sel Vero serta bahan dasar berbahaya lainnya adalah tidak benar. Faktanya Vaksin Covid-19 buatan Sinovac mengandung  bahan antara lain virus yang sudah dimatikan (inactivated virus), tidak mengandung Sel Vero serta tidak menggunakan bahan boraks, formalin, merkuri, maupun bahan pengawet. Vaksin yang akan digunakan nanti di masyarakat telah melalui tahapan pengembangan dan serangkaian uji yang ketat, sehingga terjamin kualitas, keamanan dan efektifitasnya di bawah pengawasan BPOM serta memenuhi standar internasional.

Kategori Informasi: Disinformasi
Kategori Hoaks: Konten/ Informasi Sesat (Misleading Content)

Sumber Fakta

1. https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20210103/2036124/disinformasi-vaksin-covid-19-buatan-sinovac-uji-klinik-dan-mengandung-sel-vero/

2. https://www.kompas.com/tren/read/2021/01/03/180500865/-hoaks-vaksin-sinovac-untuk-kelinci-percobaan-mengandung-boraks-dan?page=all

3. https://www.antaranews.com/berita/1924736/vaksin-sinovac-mengandung-boraks-dan-hanya-untuk-kelinci-percobaan-cek-faktanya

4. https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4447757/cek-fakta-benarkah-vaksin-sinovac-hanya-untuk-kelinci-percobaan-dan-mengandung-bahan-berbahaya