[HOAKS] - VAKSIN SINOVAC DIBUAT UNTUK AYAM


Kategori Informasi: Disinformasi
Kategori Hoaks: Konten/ Informasi Sesat (Misleading Content)
Rabu, 17 Mar 2021

DISINFORMASI

Beredar di media sosial yang menyebutkan bahwa vaksin Sinovac sebenarnya ditujukkan bagi ayam dan barcode aslinya ditukar sebagai vaksin plasebo.

PENJELASAN 

Berdasarkan hasil penelusuran, dilansir dari cekfakta.tempo.co (12/03/2021) Tempo mewawancarai Ketua Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) Hindra Irawan Satari pada 12 Maret 2021 dan menelusuri berbagai literatur terkait.

Berikut ini pemeriksaan fakta atas klaim-klaim tersebut:

Klaim 1:

Barcode vaksin asli ditukar sebagai vaksin plasebo untuk menipu KIPI

Fakta1 :

Hindra menjelaskan bahwa barcode vaksin melalui satu sistem yang sama sejak selesai diproduksi di Cina hingga disuntikkan kepada penerima vaksin. Sistem satu pintu ini diterapkan untuk memudahkan pelacakan dan distribusi serta mencegah pemalsuan terhadap sebuah vaksin. "Tidak sesederhana itu  (untuk menukar kode vaksin Sinovac)," kata Hindra. Beberapa orang penerima vaksin Covid-19 memang mengalami KIPI. Dikutip dari Tempo, jumlah KIPI hanya sebanyak lima kasus per 10 ribu suntikan. Itu pun hanya berupa gejala yang ringan, seperti mual, kesulitan bernapas, kesemutan, lemas, atau jantung berdebar.

Klaim 2:

Indonesia menjadi kelinci percobaan vaksin Sinovac

Fakta 2:

Indonesia bukan satu-satunya pengguna vaksin Sinovac. Dikutip dari Kompas.com, tiga negara lainnya yang menggunakan vaksin Sinovac adalah Chili, Brazil, dan Turki. 

Produksi vaksin sendiri membutuhkan proses yang panjang. Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC) menjelaskan ada enam tahap yang biasanya diperlukan dalam pengembangan vaksin , yakni eksplorasi, pra-klinis, pengembangan klinis, tinjauan peraturan dan persetujuan, produksi, dan kontrol kualitas.

Sebelum diujicobakan ke luar Cina, vaksin Sinovac telah terlebih dahulu menjalani uji coba fase I dan fase II yang melibatkan sejumlah warga Cina. Sinovac memulai pengembangan kandidat vaksin dari virus yang tidak aktif, yang disebut CoronaVac tersebut, pada 28 Januari 2020.

Pada 13 April 2020, Administrasi Produk Medis Nasional Cina (NMPA) memberikan persetujuan untuk uji klinis fase I dan fase II di Cina, yang dimulai pada 16 April di Provinsi Jiangsu. Uji klinis fase I dan fase II itu melibatkan orang dewasa yang sehat dan berusia 18-59 tahun. Mereka diberi vaksin selama 14 hari.

Klaim 3:

Vaksin yang sebenarnya diperuntukkan bagi ayam. Ayam banyak yang mati setelah disuntik vaksin Sinovac.

Fakta 3:

Menurut Hindra, vaksin Sinovac ditujukan bagi manusia, sesuai tahap uji klinis yang dilakukan terhadap manusia meskipun, sebelum uji klinis tersebut, dilakukan uji coba terhadap binatang.  Untuk vaksin Sinovac, pengujian telah dilakukan terhadap tikus. Tidak ada penggunaan ayam dalam pengembangan vaksin Sinovac. Demikian juga, tidak ada publikasi yang menyebutkan bahwa ayam-ayam mati setelah divaksin Sinovac.

Selain itu, telah diklarifikasi dalam website resmi Satuan Tugas Penanganan Covid-19 covid19.go.id (13/03/2021), bahwa klaim Vaksin Sinovac, Vaksin yg sebenarnya di peruntukkan untuk ayam, adalah tidak benar.

KESIMPULAN

Informasi tentang vaksin Sinovac yang sebenarnya ditujukkan bagi ayam dan barcode aslinya ditukar sebagai vaksin plasebo, adalah tidak benar. Faktanya, Vaksin Sinovac ditujukan untuk memberi perlindungan terhadap manusia dari infeksi Covid-19. Produksi vaksin Sinovac juga telah memenuhi standar pembuatan vaksin, yakni melalui uji coba terhadap binatang dan uji klinis terhadap manusia.

SUMBER FAKTA:

  1. 1. https://www.google.com/amp/s/m.merdeka.com/amp/cek-fakta/cek-fakta-hoaks-vaksin-sinovac-dibuat-untuk-ayam-bukan-manusia.html2. https://covid19.go.id/p/berita/salah-vaksin-sinovac-vaksin-yg-sebenarnya-di-peruntukkan-untuk-ayam3. https://www.google.com/amp/s/amp.kompas.com/tren/read/2021/03/13/195000565/hoaks-vaksin-covid-19-sinovac-sebenarnya-untuk-ayam

Bagikan: