[HOAKS] - VIDEO MODUS KECURANGAN PEMILU 2019 DI MEDAN AKAN TERULANG


Kategori Informasi: Disinformasi
Kategori Hoaks: Konten/ Informasi Sesat (Misleading Content)
Jumat, 08 Des 2023

DISINFORMASI

Beredar video di Facebook yang diklaim sebagai bukti modus kecurangan Pemilu 2019. Narasi dalam postingan tersebut menyebutkan bahwa modus kecurangan melalui penggandaan lembar C1 Pilpres akan terulang. Dalam video itu, terlihat tiga orang yang ditangkap warga karena dituduh mencuri formulir C1 dan surat suara pada tahun 2019 lalu. 

PENJELASAN

Berdasarkan hasil penelusuran Tim Jalahoaks, diketahui bahwa klaim tersebut tidak benar. Dilansir dari tempo.co, video yang diklaim sebagai bukti kecurangan Pemilu 2019 di Medan telah diklarifikasi oleh Komisi Pemungutan Suara (KPU) Kota Medan.

Laporan tempo.co menyebutkan bahwa tiga orang yang ditangkap warga bukan pencuri formulir C1 dan surat suara. Mereka adalah Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang sedang mendistribusikan salinan C1 ke kelurahan untuk disosialisasikan ke publik.

Klarifikasi lebih lanjut terdapat dalam reportase media iNews. Video berjudul “KPU Medan Bantah Adanya Pencurian Formulir C1 - iNews Pagi 24/04” di Youtube menunjukkan anggota KPU Medan, Zefrizal, menegaskan, setelah berkoordinasi dengan PPK, bahwa tidak ada pencurian yang terjadi.

Faktanya, PPK berencana menggandakan salinan formulir C1 untuk dibagikan ke kantor kelurahan. Proses ini sesuai dengan Peraturan KPU 3/2019 tentang Pemungutan Suara TPS, di mana PPS mengumpulkan formulir C1 ke PPK, yang kemudian menggandakan dan menempel formulir C1 di kantor kelurahan atau desa.

Formulir C1 yang digandakan adalah salinan, bukan C1 asli yang berhologram. C1 asli tetap tersimpan di kotak suara. Zefrizal menjelaskan, kesalahpahaman terjadi ketika salinan C1 hendak digandakan, dan warga mengira PPK melarikan C1, sehingga video tersebut viral di media sosial.

Dilansir dari kompas.com, Ketua KPU Kota Medan Agussyah Ramadani menyatakan bahwa terjadi kesalahpahaman di masyarakat. Petugas PPK dan PPS yang membawa salinan C1 untuk disalurkan ke kelurahan dan diumumkan ke publik, salah diartikan sebagai pencurian.

"Ada kesalahpahaman dan ketidaktahuan masyarakat yang membuat ricuh suasana. Petugas PPK dan PPS malah dituding mencuri salinan C1. Itu buka pencurian, mereka petugas kami yang malam itu sedang bertugas melaksanakan proses rekapitulasi di tingkat kecamatan," kata Agussyah Ramadani, Rabu (24/4/2019).

Dengan demikian, tidak terjadi kecurangan dalam Pemilu 2019 di Kota Medan. Klaim tentang kecurangan yang akan terjadi di Pemilu 2024 juga tidak didukung oleh bukti yang valid.

KESIMPULAN

Video di Facebook yang diklaim sebagai bukti modus kecurangan Pemilu 2019 dengan mencuri lembar C1 di Kota Medan dan akan terulang lagi adalah tidak benar. Faktanya, kejadian di Kota Medan pada Pemilu 2019 bukan kecurangan, melainkan kesalahpahaman warga dengan PPK setempat. Peristiwa yang sebenarnya adalah PPK yang berencana menggandakan salinan formulir C1 untuk dibagikan ke setiap kantor kelurahan.

SUMBER FAKTA:

  1. https://cekfakta.tempo.co/fakta/2588/menyesatkan-video-berisi-klaim-tentang-pemalsuan-formulir-c1-di-medan-denai-saat-pilpres-2019

  2. https://pemilu.kompas.com/read/2019/04/25/07503781/klarifikasi-penjelasan-kpu-medan-soal-video-kabar-pencurian-formulir-c1

  3. https://youtu.be/xUUP_rg35WM?si=XBA-n3cnn0bqrfT_

Bagikan: