[HOAKS] - VIDEO TENTANG THERMO GUN BERBAHAYA UNTUK OTAK


Kategori Informasi: Disinformasi
Kategori Hoaks: Konten/ Informasi Sesat (Misleading Content)
Selasa, 21 Jul 2020

DISINFORMASI
Beredar sebuah video di media sosial yang menginformasikan bahwa alat pengukur suhu tubuh Thermo Gun yang sekarang banyak digunakan saat pandemi Covid-19, berbahaya bagi otak atau tubuh manusia. Dijelaskan bahwa radiasi laser tersebut dapat merusak struktur otak. Dalam potongan rekaman wawancara antara Helmi Yahya dan Ichsanuddin Noorsy bahkan disebutkan Thermo Gun sebenarnya diperuntukan untuk mengukur suhu panas pada kabel dan bukan untuk manusia.

[HASIL PENELUSURAN]
Berdasarkan hasil penelusuran, potongan video wawancara antara Helmi Yahya dan ekonom bernama Ichsanuddin Noorsy tersebut ditayangkan pada channel youtube Helmi Yahya Bicara (13/07/2020) dengan judul "Obrolan Dengan Ichsanuddin Noorsy ini Paling Bergizi Selain Obrolan dengan Bossman Sontoloyo."

Dalam wawancara tersebut Noorsy pada durasi 08:41, mengungkapkan keengganan dirinya membiarkan kepalanya "ditembak" dengan Thermo Gun laser untuk mengetahui suhu tubuhnya. Menurutnya alat tersebut seharusnya untuk memeriksa kabel panas, bukan untuk mengukur suhu tubuh manusia. "Lasernya digunakan untuk memeriksa kabel panas. Bukan untuk memeriksa temperatur manusia dan kita mau menerima," katanya.

Penjelasan Noorsy tentang Thermo Gun tersebut telah diklarifikasi dalam situs resmi Kementerian Komunikasi dan Informatika RI kominfo.go.id (20/07/2020) sebagai informasi yang salah. Menurut Spesialis Penyakit Dalam, dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH yang dilansir Cek Fakta Liputan6.com (20/07/2020), termometer yang digunakan di kening pada saat mengukur suhu tubuh tersebut aman digunakan dan telah lulus uji kesehatan.

Dokter Ari menambahkan, penggunaan termometer inframerah juga tidak berdampak pada sistem saraf dan retina manusia, karena Termometer inframerah tidak memancarkan radiasi seperti sinar-X. Adapun klaim bahwa Thermo Gun hanya diperuntukan untuk suhu panas kabel dan alat manufaktur adalah tidak tepat, karena terdapat dua termometer yaitu Termometer Klinik atau yang diperuntukkan untuk kepentingan medis dan Termometer Industri yang biasa digunakan untuk mengukur suhu benda atau alat-alat manufaktur, seperti panas air, mesin, AC atau pendingin ruangan, kolam renang, trafo, dan lain-lain.

"Produk itu sudah lolos uji kesehatan, jadi sudah diperhitungkan bahwa alat itu aman," jelas Dokter Ari dengan menambahkan bahwa "Termometer inframerah tidak memancarkan radiasi seperti sinar-X dan karena itu tidak mempengaruhi sistem saraf termasuk juga tidak merusak retina," ucap Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) itu.

Dr. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, Sp.PD-KHOM, selaku Ketua yayasan Kanker Indonesia (YKI), dalam Kompas (20/07/2020) juga mengatakan bahwa informasi tersebut tidak benar. "Alat itu (thermo gun) menggunakan inframerah bukan laser," kata Aru menyanggah ucapan Ichsannuddin.

Hoaks tentang Thermo gun tak hanya ada di Indonesia, sebelumnya hoaks ini beredar juga di negara-negara Eropa dan Amerika Latin. Namun semua ahli dan bukti ilmiah yang ada saat ini menyanggah informasi tentang efek buruk Thermo Gun pada manusia.

KESIMPULAN
Informasi dalam video yang menyebutkan bahwa Thermo Gun disebut berbahaya untuk otak, adalah tidak benar. Faktanya, Thermo Gun dijelaskan bahwa telah lulus uji kesehatan dan dinyatakan sebagai alat yang aman. Adapun klaim bahwa Thermo Gun hanya diperuntukan untuk suhu panas kabel dan alat manufaktur adalah tidak tepat, karena terdapat dua jenis termometer yaitu 1) Termometer Klinik, yang diperuntukan untuk kepentingan medis dan 2) Termometer Industri, yang biasa digunakan untuk mengukur suhu benda atau alat-alat manufaktur.

SUMBER FAKTA:

  1. [DISINFORMASI]Beredar sebuah video tentang Thermo Gun disebut Berbahaya untuk otak,

  2.  [HASIL PENELUSURAN]Thermo gun, alat pengukur suhu yang kerap kita jumpai belakangan ini, telah menjadi korban baru dari informasi palsu terkait Covid-19. Banyak masyarakat bertanya-tanya tentang keamanan thermo gun atau alat pengukur suhu berbentuk pistol yang ditembakkan ke dahi itu. Hal ini bermula dari unggahan video yang disampaikan ekonom Ichsanuddin Noorsy. Dalam bincang bersama Helmi Yahya, Ichsanuddin mengatakan bahwa thermo gun dikhawatirkan dapat merusak jaringan otak.

  3. "Karena hand gun termometer itu untuk memeriksa kabel panas. Lasernya dipakai untuk memeriksa kabel panas bukan untuk temperatur manusia," kata Ichsan dalam video tersebut. "Mereka jual alat, tapi kita dibodohi. Kepala kita ditembak laser, kita tidak tahu dampak pada struktur otak bagaimana," imbuhnya. Perlu diketahui dan dipahami, ini adalah informasi yang salah atau hoaks. Dr. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, Sp.PD-KHOM selaku Ketua yayasan Kanker Indonesia (YKI) mengatakan bahwa informasi tersebut tidak benar. "Alat itu (thermo gun) menggunakan inframerah bukan laser," kata Aru menyanggah ucapan Ichsannuddin, dihubungi Kompas.com, Senin (20/7/2020). Selain itu, Prof. Dr. dr. H. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP yang merupakan guru besar pada Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI RS Cipto Mangunkusumo juga menegaskan hal yang sama. Ari menyampaikan, thermo gun sudah lolos uji kesehatan dan aman digunakan. "Thermal gun sudah lulus uji kesehatan, jadi sudah diperhitungkan bahwa alat ini aman," kata Ari kepada Kompas.com, Senin (20/7/2020). Ari yang juga merupakan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) juga menyampaikan bahwa alat ini tidak akan berpengaruh pada sistem saraf dan retina karena tidak memancarkan radiasi seperti sinar-X. "Thermometer inframerah tidak memancarkan radiasi seperti sinar-X. Dan karena itu, tidak mempengaruhi sistem saraf termasuk juga tidak merusak retina," jelasnya.Hoaks tentang thermo gun tak hanya ada di Indonesia. Sebelumnya, hoaks ini beredar juga di negara-negara Eropa dan Amerika Latin. Semua ahli dan bukti ilmiah yang ada saat ini menyanggah informasi tentang efek buruk thermo gun pada manusia. Mari kita perjelas. Termometer inframerah seperti thermo gun tidak akan merusak retina mata, membutakan Anda, tidak merusak neuron atau sistem saraf pusat, dan tidak berpengaruh pada meditasi.

  4. Seperti dilihat pada gambar, untuk dapat mendeteksi suhu sebuah objek, termometer tembak bakal menyerap radiasi elektromagnetik (sinar inframerah) yang sejatinya dipancarkan atau dipantulkan oleh sebuah objek yang sedang dibidik. Sinar inframerah tersebut lantas bakal menembus lensa termometer dan dihantarkan ke sebuah alat pendeteksi (detector) suhu bernama thermopile. Modul thermopile kemudian mengubah pancaran radiasi tadi menjadi energi panas untuk kemudian dikonversikan menjadi energi listrik. Energi listrik inilah yang bakal diukur oleh termometer dan akan mengeluarkan hasil berupa besaran suhu yang ditampilkan di layar thermometer tembak. Perlu dicatat, perangkat termometer sendiri memang memancarkan sinar inframerah. Alih-alih untuk mendeteksi suhu, sinar tersebut hanya berfungsi sebagai panduan untuk membidik objek mana yang akan diukur suhunya.

  5. Jika melihat cara kerja tadi, termometer tembak sejatinya tidak hanya dipakai untuk mendeteksi suhu tubuh manusia saja, melainkan juga sering dipakai untuk beberapa use case. Sebagaimana dilansir Sciencing.com dan dikutip KompasTekno, Rabu (18/3/2020), termometer infrared juga digunakan oleh para pemadam kebakaran untuk mencari titik panas yang menjadi pusat api. Bahkan, termometer tembak juga biasa dipakai di lingkungan pabrik untuk mengontrol temperatur mesin, yang merakit aneka perangkat elektronik yang notabene rentan akan panas. Temperatur mesin dipantau agar tetap bekerja di suhu yang aman, atau tidak merusak barang yang sedang dirakitnya. Terlepas dari beragam penggunaan ini, termometer tembak memang memiliki fungsi inti, yaitu merekam suhu dari suatu objek. Menarik melihat perkembangan teknologi yang semakin pesat dan menggunakan mekanisme pemindaian "digital", untuk sekadar mengetahui kondisi suatu objek dari sinar radiasi elektromagnetik (inframerah).

  6. [KESIMPULAN]Informasi dalam video yang menyebutkan Thermo Gun disebut Berbahaya untuk otak,adalah tidak benar. Faktanya, Menurut  Spesialis Penyakit Dalam, dr Ari Fahrial Syam SpPD termometer yang digunakan di kening pada saat mengukur suhu tubuh tersebut aman digunakan dan telah lulus uji kesehatan. Dokter Ari menambahkan, penggunaan termometer inframerah juga tidak berdampak pada sistem saraf dan retina manusia, karena Termometer inframerah tidak memancarkan radiasi seperti sinar-X. Adapun klaim bahwa Thermo Gun hanya diperuntukan untuk suhu panas kabel dan alat manufaktur adalah tidak tepat, karena terdapat dua termometer yaitu Termometer Klinik atau yang diperuntukan untuk kepentingan medis dan Termometer Industri yang biasa digunakan untuk mengukur suhu benda atau alat-alat manufaktur, seperti panas air, mesin, AC atau pendingin ruangan, kolam renang, trafo, dan lain-lain.

  7. Kategori Informasi: DisinformasiKategori Hoaks: Konten/ Informasi Sesat (Misleading Content)

  8.  

  9. Sumber Fakta

  10. https://www.kompas.com/sains/read/2020/07/20/132800023/-hoaks-thermo-gun-disebut-berbahaya-untuk-otak-begini-faktanya?page=all

  11. https://www.medcom.id/telusur/cek-fakta/5b2XnnvK-cek-fakta-thermo-gun-disebut-berbahaya-untuk-otak-hoaks-ini-faktanya

  12. https://kominfo.go.id/content/detail/27991/disinformasi-pengukur-suhu-tubuh-thermo-gun-berbahaya-bagi-manusia/0/laporan_isu_hoaks

  13. https://www.solopos.com/bahaya-buat-otak-thermo-gun-disebut-bukan-buat-cek-suhu-tubuh-1071709

Bagikan: