[HOAKS] - PEMERINTAH TERAPKAN ATURAN BARU ATM BATASI TARIK TUNAI BAGI LANSIA PER 1 APRIL 2026
Kategori Hoaks: Konten Manipulasi (Manipulated Content)
Tematik: Pemerintahan
DISINFORMASI https://www.tempo.co/cekfakta/keliru-aturan-baru-tarik-tunai-di-atm-bagi-lansia-per-1-april-2026-2126016 https://youtu.be/ry6EyXp3IyY?si=i5etlyI7Y7RY-bYi
Beredar video TikTok tentang Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa umumkan aturan baru mulai 1 April 2026 nasabah lansia berusia 60 tahun ke atas tidak bisa menarik uang tunai di ATM.
PENJELASAN
Berdasarkan hasil penelusuran Tim Jalahoaks, tidak ada kebijakan resmi dari pemerintah, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), maupun perbankan yang membatasi penarikan uang tunai di ATM berdasarkan usia, termasuk bagi lansia.
Dilansir dari tempo.co (01/04/2026), diketahui bahwa konten tersebut juga terindikasi menggunakan manipulasi akal imitasi/ kecerdasan buatan (AI). Hal ini terlihat dari gerakan bibir yang tidak sinkron, ekspresi wajah yang kaku, serta pola gerakan yang berulang. Mengacu kepada laporan tempo.co, hasil verifikasi menunjukkan bahwa video hasil manipulasi AI dengan probabilitas sebesar 99,3 persen.
Adapun, diketahui bahwa video manipulasi diambil dari berita berjudul "[FULL] Menkeu Purbaya Bicara Nilai Tukar Rupiah Melemah dari Dolar hingga Cukai Rokok Tak Naik 2026" yang tayang di kanal Youtube KOMPASTV pada 26 September 2025. Video asli memuat dokumentasi kegiatan media briefing di Kantor Kementerian Keuangan pada 26 September 2025 dan tidak ada pembahasan aturan penarikan uang di ATM.
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya Malang Noval Adib Ph.D juga menjelaskan tidak ada kebijakan baru tentang penarikan dana di ATM untuk lansia. “Saya sudah mencari tahu soal informasi tersebut. Tidak ada kebijakan baru untuk Lansia 60 tahun ke atas. Pihak BI juga sudah mengonfirmasi itu hoaks,” kata Noval.
KESIMPULAN
Informasi tentang adanya aturan baru yang melarang penarikan uang tunai oleh lansia di ATM per 1 April 2026, adalah tidak benar. Faktanya, video yang beredar terbukti merupakan hasil manipulasi AI dan bukan pernyataan resmi pemerintah.
SUMBER FAKTA: