[HOAKS] - BAGIAN AYAM YANG TIDAK BOLEH DIMAKAN


Kategori Informasi: Disinformasi
Kategori Hoaks: Konteks yang Salah (False Context)
Tematik: Kesehatan
Senin, 02 Feb 2026

DISINFORMASI
Beredar unggahan di media sosial Facebook mengenai beberapa bagian ayam yang tidak boleh dikonsumsi, meliputi kepala, leher, brutu, jeroan, hingga ceker atau kaki ayam.

PENJELASAN
Berdasarkan hasil penelusuran Tim Jalahoaks, diketahui bahwa informasi tersebut tidak benar. Dilansir dari tempo.co (30/01/2026), Ahli gizi yang juga pendiri dr. Tan Wellbeing Clinic and Remainly Special Needs’ Health, Tan Shot Yen, mengatakan semua bagian ayam yang disebut dalam konten beredar tersebut, aman dikonsumsi. Lemak jenuh pada ayam misalnya, sangat dibutuhkan untuk makanan pendamping ASI kebutuhan bayi berbeda dengan orang dewasa.

Dokter Spesialis Gizi Klinik Ciputra Hospital Citra Garden City Dr. Jovita Amelia, M.Sc, Sp.GK menyatakan bahwa brutu banyak mengandung lemak dan juga protein, serta kelenjar minyak (kelenjar uropygial) yang berfungsi untuk memproduksi minyak yang digunakan ayam untuk merawat bulunya.

Selain itu, mengacu kepada artikel berjudul “STUDY: The Pope's Nose (Chicken Butt) is a Nutritional Powerhouse” yang tayang di huffpost.com pada 31 Agustus 2012, dijelaskan bahwa sebuah studi terbaru yang dirilis oleh Nutrition and Dietary Studies of America menemukan pygo> atau lipatan kecil berbentuk hati, tempat bulu ekor berkumpul merupakan sumber nutrisi yang sangat kaya. Brutu tidak hanya sebagai sumber protein yang bagus, tetapi juga mengandung konsentrasi zat besi dan kalsium yang tinggi.

Lalu, masih mengacu kepada laporan tempo.co, leher ayam memiliki kandungan protein yang tinggi yang mendukung pertumbuhan dan perbaikan otot. Bagian ini juga kaya kolagen yang meningkatkan kesehatan kulit, persendian, dan jaringan ikat. Kandungan mineral pada leher ayam seperti fosfor dan selenium berfungsi untuk kesehatan tulang dan sistem kekebalan tubuh. Dengan sifatnya yang rendah karbohidrat, mengkonsumsi bagian leher ayam cocok untuk diet rendah karbohidrat dan keto. Leher ayam menyediakan sumber zat besi yang baik yang membantu dalam pengangkutan oksigen dan produksi energi. Bagian ini bisa mendukung kesehatan usus bila digunakan dalam kaldu tulang karena kandungan gelatinnya.

Untuk bagian kaki atau ceker ayam, diketahui memiliki kandungan kolagen dan lemak yang tinggi. “Ceker tinggi kandungan kolagen dan lemak baik tak jenuh maupun lemak jenuh,” kata Jovita.

Mengacu kepada healthline.com diketahui bahwa kaki ayam cukup bergizi dan mengandung banyak vitamin dan mineral. Sekitar 70% dari total kandungan proteinnya adalah kolagen, protein struktural yang memberikan bentuk, kekuatan, dan ketahanan pada kulit, tendon, otot, tulang, dan ligamen.

Bukti menunjukkan bahwa asupan kolagen dapat meningkatkan hidrasi, kekasaran, elastisitas, dan kepadatan kulit. Ceker ayam juga merupakan sumber folat (vitamin B9) yang baik, yang membantu sintesis DNA dan membantu mencegah kelainan bawaan lahir.

Adapun, terkait jeroan ayam, menurut Jovita, jeroan berupa hati dan ampela banyak mengandung lemak jenuh dan kolesterol yang dapat meningkatkan kolesterol jahat atau LDL (Low-Density Lipoprotein). Jeroan juga kaya akan purin dan kolesterol. Demikian juga dengan usus, kaya akan purin dan kolesterol.

“Usus yang tidak disiapkan dengan baik, tentu mengandung bakteri,” kata Jovita.

Menurut hasil penelitian yang diunggah situs National Library of Madicine (pmc.ncbi.nlm.nih.gov), ati dan ampela ayam merupakan sumber protein terkaya yang sebanding dengan kadar protein pada beberapa jaringan otot. Selain itu, hati mengandung jumlah vitamin yang lebih tinggi dibandingkan dengan produk sampingan lainnya yang diteliti.

Penjelasan serupa juga ditemukan di discover.grasslandbeef.com. Pada artikel berjudul “Chicken Gizzard Nutrition: Are Chicken Gizzards Healthy?” menyebutkan bahwa ampela memiliki banyak manfaat lezat dan bergizi dari jeroan. Jika ingin menambahkan sumber protein baru ke dalam diet, ampela adalah pilihan yang bagus karena menawarkan banyak nilai gizi tanpa rasa yang terlalu menyengat.

Dan, terkait kulit ayam, Jovita menyebut kulit ayam juga mengandung lemak jenuh dan kolesterol yang dapat meningkatkan LDL. Namun komunitas medis dan kesehatan sudah memasukkan kulit ayam menjadi bagian dari diet sehat. Kandungan lemaknya tinggi yang sebagian besar adalah lemak tak jenuh, dapat mendukung kesehatan jantung karena dikaitkan dengan penurunan kolesterol dan tekanan darah.

Kulit ayam juga mengandung asam oleat yang bermanfaat dan lemak jenuhnya mendukung sistem kekebalan tubuh dan produksi hormon. Kandungan asam amino glisin pada kulit ayam, mungkin memiliki khasiat anti-penuaan karena membantu meningkatkan produksi kolagen. Kolagen membantu menjaga elastisitas kulit kita. Meskipun demikian, bukan berarti boleh mengkonsumsinya secara berlebihan.

KESIMPULAN
Informasi mengenai beberapa bagian ayam yang tidak boleh dimakan mulai dari kepala hingga ceker, adalah tidak benar. Faktanya, bagian-bagian ayam tersebut boleh dimakan jika dibersihkan dan dimasak dengan benar karena mengandung unsur-unsur baik bagi tubuh, namun disarankan untuk tidak dikonsumsi secara berlebihan.

SUMBER FAKTA:

  1. https://www.tempo.co/cekfakta/keliru-bagian-kepala-hingga-kaki-ayam-tidak-boleh-dikonsumsi-2111258 https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC4682518/https://discover.grasslandbeef.com/blog/chicken-gizzard-nutrition/https://www.huffpost.com/entry/the-popes-nose_n_1388363https://www.healthline.com/nutrition/chicken-feet

Bagikan: