[HOAKS] - VAKSINASI BAGIAN DARI UPAYA TRANSHUMANISME GLOBAL


Kategori Informasi: Disinformasi
Kategori Hoaks: Konten/ Informasi Sesat (Misleading Content)
Tematik: Kesehatan
Rabu, 09 Sep 2026

DISINFORMASI
Beredar unggahan di Facebook tentang program vaksinasi nasional merupakan bagian dari upaya transhumanisme global. Disebutkan bahwa dalam vaksin terdapat nanobot hingga microchip.

PENJELASAN
Berdasarkan hasil penelusuran Tim Jalahoaks, dilaporkan dalam tempo.co (24/08/2026) bahwa sejarah vaksin jauh lebih tua dari transhumanisme. Dokter asal Inggris Edward Jenner menemukan vaksin pertama pada 1796 untuk menanggulangi wabah cacar.

Sedangkan, gerakan transhumanisme merupakan gerakan filosofis dan ilmiah yang mengandalkan teknologi untuk melipatgandakan kemampuan manusia. Penganut paham ini membayangkan teknologi mampu melampaui batasan biologis, termasuk meniadakan penuaan, memperpanjang usia, serta menggenjot kapasitas sensorik dan kognitif. Istilah transhumanisme dipopulerkan oleh ahli biologi Inggris Julian Huxley pada 1957. Sejak 1980-an, gerakan ini berkembang mengusung gagasan perpanjangan usia, pembekuan jasad, hingga kolonisasi antariksa.

Berbeda dari gerakan transhumanisme, tujuan vaksinasi bukan untuk mencegah penuaan atau mendongkrak kemampuan sensorik. Peneliti virus Universitas Airlangga Dr. Arif Nur Muhammad Ansori menjelaskan imunisasi bertujuan murni untuk melatih sistem antibodi alami tubuh melawan penyakit. Arif menambahkan bahwa vaksin berbasis mRNA akan merangsang sistem antibodi pada sel tubuh.

“Vaksin mRNA akan diurai melalui mekanisme alami sel tubuh,” kata Arif.

Arif Nur juga menegaskan bahwa seluruh jenis vaksin tidak dapat merekayasa atau mengganti DNA manusia. Mekanisme kerja vaksin hanya beroperasi di sitoplasma, yakni area di antara membran sel dan inti sel.

“Jadi vaksin yang dimasukkan ke tubuh tidak akan masuk ke inti sel, tempat DNA berada,” jelasnya. Vaksin juga tidak membawa perangkat enzimatik untuk menyisipkan materi genetik ke dalam kromosom, sehingga mustahil mengubah DNA.

Peneliti Rangkaian Terintegrasi Semikonduktor dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Astria Nur Irfansyah mengonfirmasi vaksin mRNA tidak mengandung cip atau piranti elektronik. Pemasangan piranti atau implan elektronik ke tubuh manusia selama ini hanya bisa dilakukan melalui prosedur bedah.

“Mekanisme ini tidak mungkin dilakukan melalui suntikan seperti vaksin karena aliran darah justru akan membuat piranti berpindah-pindah,” kata Astria.

KESIMPULAN
Informasi bahwa program vaksinasi nasional merupakan bagian dari upaya transhumanisme global, adalah tidak benar. Faktanya, imunisasi bertujuan murni untuk melatih sistem antibodi alami tubuh melawan penyakit dan di dalam vaksin tidak mengandung cip atau piranti elektronik yang hanya bisa dilakukan melalui prosedur bedah.

SUMBER FAKTA:

  1. https://www.tempo.co/cekfakta/keliru-vaksinasi-bagian-dari-agenda-transhumanisme-2283582

  2. https://historyofvaccines.org/history/smallpox/timeline/

  3. https://www.britannica.com/topic/transhumanism

Bagikan: