[HOAKS] - CIUM KUCING MEMBUAT OTAK TERINFEKSI BAKTERI


Kategori Informasi: Disinformasi
Kategori Hoaks: Konten/ Informasi Sesat (Misleading Content)
Tematik: Kesehatan
Selasa, 07 Apr 2026

DISINFORMASI
Beredar video di Instagram tentang kebiasaan mencium kucing dapat membuat otak terinfeksi bakteri. Disebutkan, bakteri tersebut mampu menginfeksi otak dan mengubah perilaku seseorang menjadi lebih mudah marah.

PENJELASAN
Berdasarkan penelusuran Tim Jalahoaks, diketahui bahwa terdapat klaim yang menyesatkan dalam video tersebut.

Dilansir dari tempo.co (26/03/2026), Dosen Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, Siti Gusti Ningrum, menegaskan bahwa kucing adalah inang utama parasit Toxoplasma, namun parasit tersebut bisa menular jika kotoran kucing yang terinfeksi tidak sengaja tertelan manusia. Dampak infeksi ini bukan menyerang otak, melainkan berisiko mengganggu kesehatan reproduksi wanita.

“Karena itu, penting sekali untuk selalu menjaga kebersihan, terutama dengan mencuci tangan setelah memegang kucing. Aktivitas seperti mencium kucing dinilai tidak berbahaya selama kebersihan tetap diperhatikan,” kata Siti.

Meskipun kucing suka menjilat anusnya, sistem pertahanan alami pada air liur dan lidah kucing juga membantu meminimalisir penyebaran kuman.

Masih mengacu kepada tempo.co, menurut artikel berjudul "Zoonotic Disease: What Can I Catch from My Cat?" di website vet.cornell.edu (laman milik Cornell University College of Veterinay Medicine), diketahui bahwa toksoplasmosis berasal dari parasit Toxoplasma gondii. Kucing dapat tertular Toxoplasma dengan memakan hewan pengerat, burung, atau apa pun yang terkontaminasi feses dari hewan lain yang terinfeksi.

Kucing yang terinfeksi dapat mengeluarkan parasit tersebut melalui fesesnya hingga dua minggu. Setelah dikeluarkan melalui feses, parasit tersebut harus matang selama satu hingga lima hari sebelum mampu menyebabkan infeksi, namun parasit tersebut dapat bertahan di lingkungan selama berbulan-bulan dan terus mencemari tanah, air, kebun, kotak pasir, atau tempat mana pun dimana kucing yang terinfeksi telah buang air besar.

Manusia paling sering terinfeksi karena mengonsumsi daging mentah, sayuran yang tidak dicuci, atau tanah yang terkontaminasi. Sebagian besar penderita tidak menunjukkan gejala berat, kecuali bagi mereka yang memiliki sistem imun lemah atau pada kasus kehamilan.

Gejala toksoplasmosis meliputi nyeri otot seperti flu dan demam, serta sakit kepala. Dalam kasus yang jarang terjadi, gejala yang lebih parah seperti kebingungan, kejang, muntah, atau diare.

Kebersihan dasar dapat mencegah penyebaran Toxoplasma dari kucing ke manusia. Kenakan sarung tangan saat menangani bahan yang berpotensi terkontaminasi, misalnya saat berkebun atau membersihkan kotak kotoran kucing.

KESIMPULAN
Informasi dalam video yang menyatakan mencium kucing dapat menyebabkan otak terinfeksi bakteri, adalah tidak benar. Faktanya, parasit toxoplasma bisa ditularkan jika kotoran kucing yang terinfeksi tidak sengaja tertelan manusia. Dampak infeksi ini bukan menyerang otak, melainkan berisiko mengganggu kesehatan reproduksi wanita.

SUMBER FAKTA:

  1. https://www.tempo.co/cekfakta/fakta-atau-hoaks-benarkah-kucing-menularkan-parasit-berbahaya-ke-manusia-592605https://www.vet.cornell.edu/departments-centers-and-institutes/cornell-feline-health-center/health-information/feline-health-topics/zoonotic-disease-what-can-i-catch-my-cat

Bagikan: