[HOAKS] - FENOMENA APHELION PENYEBAB SUHU DINGIN JULI 2026
Kategori Hoaks: Konten/ Informasi Sesat (Misleading Content)
Tematik: Fenomena Unik
DISINFORMASI
Beredar narasi di media sosial Facebook yang mengklaim bahwa cuaca dingin yang menusuk pada malam dan pagi hari di awal Juli 2026 terjadi akibat fenomena Aphelion (posisi Bumi berada di titik terjauh dari Matahari). Unggahan tersebut juga mengklaim efek fenomena ini dapat menyebabkan masyarakat mengalami meriang, batuk, pilek, sesak napas, hingga tubuh mudah lelah.
PENJELASAN
Berdasarkan hasil penelusuran Tim Jalahoaks, dilaporkan dalam Kompas.com (07/07/2026) bahwa Pakar Astronomi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, menegaskan Aphelion memang fenomena tahunan yang selalu terjadi di awal Juli, namun jarak terjauh Bumi ke Matahari ini tidak memberikan dampak signifikan terhadap penurunan suhu permukaan Bumi secara drastis. Suhu dingin di sebagian wilayah Indonesia saat ini dipicu oleh aliran angin kering dan dingin yang berembus dari benua Australia (Monsun Australia), di mana wilayah tersebut saat ini sedang mengalami puncak musim dingin.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa penurunan suhu udara pada malam hingga pagi hari merupakan fenomena alamiah yang sangat umum dan wajar terjadi pada puncak musim kemarau di bulan Juli. Minimnya tutupan awan di langit membuat panas Bumi lepas ke atmosfer secara maksimal pada malam hari. Kondisi ini yang menyebabkan suhu turun lebih rendah dibandingkan periode lainnya, bahkan berpotensi memicu kemunculan embun es (embun upas) di dataran tinggi seperti Dieng. https://www.kompas.com/cekfakta/read/2026/07/07/130600882/-hoaks-suhu-dingin-pada-juli-2026-disebabkan-fenomena-aphelion https://www.kompas.com/tren/read/2026/07/06/090000465/benarkah-fenomena-aphelion-jadi-penyebab-udara-dingin-di-indonesia-ini-kata https://www.bmkg.go.id/siaran-pers/fenomena-aphelion-berdampak-ke-cuaca-indonesia-bgini-penjelasannya
BMKG juga menegaskan bahwa fenomena Aphelion tidak memiliki pengaruh langsung terhadap perubahan cuaca maupun penurunan suhu udara di Indonesia.
KESIMPULAN
Informasi yang beredar di Facebook bahwa cuaca dingin di awal Juli 2026 terjadi akibat fenomena Aphelion, adalah tidak benar. Faktanya, fenomena Aphelion tidak memiliki pengaruh langsung terhadap perubahan cuaca maupun penurunan suhu udara di Indonesia. Suhu dingin yang terjadi murni merupakan fenomena klimatologis tahunan yang disebabkan oleh pergerakan angin dingin dari Australia dan karakteristik puncak musim kemarau di Indonesia, bukan karena posisi jarak Bumi ke Matahari.
SUMBER FAKTA: