[HOAKS] - MENJELANG AKHIR 2026, AKAN ADA GEMPA BESAR DI INDONESIA.


Kategori Informasi: Disinformasi
Kategori Hoaks: Konten/ Informasi Sesat (Misleading Content)
Tematik: Bencana
Rabu, 30 Sep 2026

DISINFORMASI
Beredar video di Instagram yang memprediksi akan terjadi gempa bumi besar di Indonesia menjelang akhir tahun 2026. Disebutkan bahwa gempa besar akan berdampak pada Kota Jakarta dan beberapa kota lain di Pulau Jawa.

PENJELASAN
Berdasarkan hasil penelusuran Tim Jalahoaks, dilaporkan dalam liputan6.com (08/09/2026) bahwa Direktur Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Wijayanto menjelaskan, secara geografis Indonesia memang berada di wilayah yang rawan aktivitas seismik, namun dia menekankan hingga saat ini belum ada teknologi di dunia yang mampu memprediksi gempa secara presisi.

"Wilayah Indonesia terletak di daerah yang rawan gempa. Sudah berkali-kali juga kita sosialisasikan, ada ancaman dari sumber megathrust dan sesar aktif, namun kapan dan dimana secara pasti tidak bisa dipastikan," ujar Wijayanto.

Menurut dia, teknologi saat ini belum mencapai tahap di mana waktu dan lokasi gempa dapat diprediksi secara akurat. Oleh karena itu, Wijayanto menilai, ramalan yang beredar tersebut hanyalah sebuah kebetulan berdasarkan statistik tahunan.

"Ramalan itu kebetulan saja. Secara rata-rata di Indonesia terjadi dua kali gempa per tahun dengan magnitudo kurang dari tujuh," katanya.

"Bahkan, menurut data BMKG, sepanjang tahun 2026 hingga bulan Agustus ini, Indonesia sudah mencatat dua kali kejadian gempa dengan kekuatan di atas Magnitudo 7, yakni di wilayah Flores dan Maluku Utara," sambung Wijayanto.

Lebih lanjut, dilaporkan dalam kompas.com (08/09/2026), Penjabat (Pj) Kendali Mutu Data Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Pepen Supendi, menyatakan bahwa konten prediksi gempa bumi yang beredar tidak ilmiah. “Menurut saya, pernyataan tersebut tidak dapat disebut sebagai prediksi gempa yang valid secara ilmiah,” kata Pepen.

Dia menyoroti keterangan viral tersebut tidak memuat hal spesifik melainkan hanya informasi umum saja. “Jika sumbernya berada pada zona megathrust, misalnya, harus dapat diketahui segmen megathrust mana yang akan mengalami rupture/ patah. Demikian pula jika sumbernya adalah sesar aktif di darat, harus dapat diketahui sesar apa dan segmen mana yang akan mengalami gempa. Magnitudo juga harus ditentukan secara spesifik,” kata Pepen.

Tak ada prediksi soal magnitudo persis, melainkan hanya rentangan yang sangat luas yakni M 7,0 hingga M9,0. Padahal, rentangan satu tingkat magnitudo berarti memuat selisih pelepasan energi 30 sampai 32 kali lipat. Bahkan perbedaan 0,1 magnitudo sekalipun menunjukkan perbedaan energi yang signifikan. “Karena itu, memberikan rentang yang sangat lebar seperti M 7,0 hingga M9,0 bukanlah informasi magnitudo yang spesifik untuk sebuah prediksi gempa,” jelasnya.

Pepen juga menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada metode jitu untuk memprediksi gempa bumi secara ilmiah. Upaya prediksi gempa sudah dijalankan puluhan tahun oleh seismolog di negara-negara dengan teknologi yang maju di bidang kegempaan, namun belum membuahkan hasil.

“Sampai sekarang belum ada metode yang terbukti mampu menghasilkan prediksi gempa secara deterministik seperti klaim tersebut,” kata Pepen.

Dia menilai “prediksi gempa” berbeda dengan “potensi gempa.” Soal potensi gempa, telah lazim dipahami khalayak umum bahwa Indonesia memang punya potensi gempa. “Namun, mengetahui adanya potensi tersebut tidak berarti kita dapat menentukan kapan gempa itu akan terjadi,” ujarnya.

KESIMPULAN
Video di Instagram yang memprediksi akan terjadi gempa bumi besar di Indonesia menjelang akhir tahun 2026, tidak dapat diverifikasi benar. Faktanya, hingga saat ini belum ada teknologi yang bisa memprediksi gempa bumi secara spesifik akan terjadi dari kapan, tempat, dan jam berapa gempa bumi akan terjadi.

SUMBER FAKTA:

  1. https://www.liputan6.com/news/read/8287218/pria-kanada-ramal-indonesia-bakal-diguncang-gempa-dahsyat-bmkg-bilang-begini

  2. https://nasional.kompas.com/read/2026/09/08/06140991/beredar-prakiraan-gempa-indonesia-sebelum-2026-berakhir-bmkg-tidak-ilmiah?page=all#page2

Bagikan: