[HOAKS] - VAKSIN TBC BERBAHAYA KARENA MENGANDUNG NANOBOT


Kategori Informasi: Disinformasi
Kategori Hoaks: Konten/ Informasi Sesat (Misleading Content)
Tematik: Kesehatan
Rabu, 03 Jun 2026

DISINFORMASI
Beredar video di Facebook yang mengajak masyarakat tolak vaksin TBC. Video memuat klaim bahwa vaksin TBC berbahaya karena mengandung nanobot atau teknologi untuk mengendalikan manusia dan dapat sebabkan autisme. Masyarakat disebut menjadi objek percobaan dalam program vaksinasi.

PENJELASAN
Berdasarkan hasil penelusuran Tim Jalahoaks, diketahui bahwa klaim tersebut tidak benar dan menyesatkan. Dilansir dari tempo.co (17/06/2025), video tersebut merupakan potongan dari video di kanal YouTube Lukas Sutrisno berjudul “Musuh yang Harus Kita Kalahkan” yang diunggah pada 17 Mei 2025. Potongan video yang tersebar di media sosial diambil dari menit 32.29 hingga 36.59.

Masih mengacu kepada laporan tempo.co, kandidat vaksin TBC baru yang dibiayai oleh Bill Gates adalah M72/AS01E. Menurut Aliansi Vaksin (GAVI) dan sejumlah peneliti, vaksin ini dibangun berdasarkan protein fusi bernama M72, yang menggabungkan fragmen dari dua protein yang terdapat pada Mycobacterium tuberculosis, bakteri penyebab TB. Untuk meningkatkan respons imun tubuh, vaksin ini juga mengandung adjuvan bernama AS01E, yang juga digunakan untuk meningkatkan respons imun terhadap vaksin malaria dan vaksin herpes zoster Shingrix. Tidak ada nanobots sebagai komposisi bahan vaksin TBC.

Hal itu juga dijelaskan oleh peneliti dan virolog dari Universitas Airlangga (UNAIR), Dr. Arif Nur Muhammad Ansori. Menurutnya, vaksin terdiri dari zat aktif berupa protein, atau bagian dari kuman yang sudah dilemahkan atau tidak aktif. Bahan-bahan tambahan lain lebih berfungsi untuk meningkatkan respons imun tubuh (adjuvan).

Seluruh kandungan vaksin diperiksa ketat oleh lembaga pengawas di setiap negara, seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Indonesia. “Tidak ada satupun bukti ilmiah yang menunjukkan adanya 'alat asing' atau 'teknologi tersembunyi' di dalam vaksin,” kata Arif.

Klaim bahwa vaksin bisa menyebabkan autisme, juga sudah dibantah berkali-kali oleh penelitian ilmiah dari berbagai negara. Isu ini pertama kali muncul dari sebuah studi yang dilakukan oleh Dr. Andrew Wakefield yang mengaitkan Autism Spectrum Disorder (ASD) dengan vaksin campak, gondok, dan rubella (MMR). Riset tersebut sudah ditarik dari jurnal ilmiah.

Menurut Arif, sudah ratusan penelitian menyimpulkan tidak ada hubungan antara vaksin dan autisme. Maka dari itu, menyebarkan kembali mitos ini hanya akan menambah ketakutan yang tidak berdasar dan membuat masyarakat enggan divaksinasi.

Dilansir dari tirto.id (07/05/2026), menurut dr. Andreas Wilson Setiawan, M.Kes Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Kedokteran Universitas Dian Nuswantoro, nanobot adalah teknologi yang masih dalam tahap penelitian dan belum digunakan secara luas di dunia medis, apalagi dimasukkan ke dalam vaksin. Vaksin TBC (baik yang lama seperti BCG maupun kandidat baru seperti M72) isinya bukan mesin kecil, tetapi komponen biologis seperti: bagian kecil dari bakteri TBC (yang sudah dilemahkan atau dimodifikasi) dan bahan tambahan (adjuvan) untuk membantu sistem imun bekerja lebih baik. Artinya, vaksin ini bertujuan melatih tubuh melawan penyakit, bukan memasukkan “alat” ke dalam tubuh.

Kementerian Kesehatan RI dalam akun Instagram resminya juga telah membantah klaim yang menyebutkan bahwa uji klinis vaksin TBC untuk membahayakan masyarakat. Informasi yang mengatakan bahwa uji klinis vaksin TBC M72 bertujuan untuk membunuh masyarakat Indonesia adalah tidak benar. Proses uji klinis vaksin ini telah melalui tahapan riset yang ketat dan pengawasan untuk memastikan vaksin aman. Indonesia dipilih karena tingginya angka kasus TBC dan vaksin ini bisa menjadi solusi untuk menyelamatkan nyawa.

KESIMPULAN
Informasi tentang vaksin TBC mengandung nanobot dan berbahaya bagi manusia, adalah tidak benar. Faktanya, vaksin TBC berisi komponen biologis seperti bagian kecil dari bakteri TBC yang sudah dilemahkan atau dimodifikasi dan bahan tambahan (adjuvan) untuk membantu sistem imun bekerja lebih baik. Vaksin TBC dipastikan aman untuk digunakan dan sudah melalui serangkaian proses pengujian.

SUMBER FAKTA:

  1. https://tirto.id/tidak-benar-vaksin-tbc-mengadung-nanobots-hvHM

  2. https://www.tempo.co/cekfakta/keliru-vaksin-tbc-berisi-elemen-nanobots-1725613

Bagikan: