[HOAKS] - ILMUWAN TIONGKOK NYATAKAN COCA-COLA LEBIH BERBAHAYA DARI ALKOHOL


Kategori Informasi: Disinformasi
Kategori Hoaks: Konten/ Informasi Sesat (Misleading Content)
Tematik: Kesehatan
Jumat, 31 Okt 2025

DISINFORMASI

Beredar postingan di Instagram yang menyebutkan ilmuwan dari Tiongkok menyatakan bahwa Coca-Cola lebih berbahaya dari alkohol. Disebutkan dalam postingan klaim tersebut mengacu kepada penelitian terhadap 500 narapidana di berbagai penjara di Tiongkok dan hasilnya 75 meninggal dunia dan 150 orang mengalami infeksi serius serta sebagian lainnya jadi penyintas disabilitas. Lalu, dalam postingan disebutkan bahwa Coca-Cola sempat dilarang di India, Latvia, Inggris, dan Ukraina.

PENJELASAN

Berdasarkan hasil penelusuran Tim Jalahoaks diketahui bahwa klaim tersebut tidak benar. Dilansir dari tempo.co (24/10/2025), tidak ditemukan riset terhadap 500 narapidana di berbagai penjaraseperti yang diklaim. Coca-Cola juga masih tersedia untuk dibeli di Taobao, e-commerce platform populer di Tiongkok.

Penelitian berhubungan dengan Coca-Cola di Tiongkok memang ada namun lebih kepada dampak konsumsi Coca-Cola dengan meningkatnya obesites dan telah dimuat oleh The Guardian dan Yale.

Menurut peneliti di Center for Infectious Disease Education and Research, Osaka University dan apoteker David Chen, minuman bersoda apapun termasuk Coca-Cola berbahaya karena kandungan gula yang tinggi.

“Risikonya memicu diabetes,” kata David kepada Tempo, Rabu, 22 September 2025.

Secara komposisi, kata David, Coca-Cola sudah divalidasi oleh BPOM. Komposisinya antara lain air berkarbonasi, gula, pewarna alami karamel (kelas IV), pengatur keasaman (asam fosfat), konsentrat kola dan kafein.

“Jadi tidak benar minuman ini lebih berbahaya dari pada alkohol. Semua tergantung dari dosis gula dan etanol yang ada dalam minuman tersebut,” katanya.

Adapun, klaim beberapa negara melarang penjualan Coca-Cola, masih mengacu kepada laporan tempo.co, tidak terbukti. Di Tiongkok, India, dan Brasil, minuman ini tetap diperjualbelikan dan justru menjadi pendorong pertumbuhan perusahaan. Laporan kuartal pertama 2025 mencatat laba per saham yang disesuaikan 73 sen dan laba bersih $11,13 miliar, dengan pertumbuhan pendapatan organik 6 persen dan peningkatan volume penjualan 2 persen, terutama di pasar-pasar berkembang tersebut.

Latvia memang memiliki larangan, tetapi fokusnya berbeda. Sejak Agustus 2006, pemerintah melarang penjualan junk food di lingkungan sekolah umum, termasuk makanan tinggi gula, garam, pewarna, dan perasa buatan. Larangan ini tidak spesifik menargetkan Coca-Cola dan berlaku hanya di sekolah, bukan untuk konsumsi umum.

Di Ukraina, seruan boikot Coca-Cola pada 2016 dan langkah beberapa jaringan supermarket pada 2022 bukan terkait kesehatan, melainkan akibat konflik geopolitik dan hubungan perusahaan dengan Rusia.

Sementara itu, beberapa negara Eropa pernah menarik Coca-Cola dari pasaran karena kandungan klorat tinggi pada produksi tertentu di Belgia. Produk ini dikirim ke Belanda, Inggris, Jerman, Prancis, dan Luksemburg, dan penarikan dilakukan untuk mencegah risiko kesehatan, terutama bagi anak-anak.

Dengan demikian, klaim postingan di Instagram tidak benar.

KESIMPULAN

Postingan di Instagram yang menyebutkan ilmuwan dari Tiongkok menyatakan bahwa Coca-Cola lebih berbahaya dari alkohol adalah tidak benar. Faktanya, tidak ada ilmuwan dari Tiongkok menyatakan Coca-Cola lebih berbahaya dari alkohol.

SUMBER FAKTA:

  1. https://www.tempo.co/cekfakta/menyesatkan-coca-cola-lebih-berbahaya-daripada-alkohol-2082873

  2. https://globalist.yale.edu/in-the-magazine/coca-cola-in-china-how-big-corporations-control-national-health-systems/

  3. https://www.asktraders.com/analysis/coca-cola-ko-faces-key-q3-test-can-consistent-earnings-fuel-continued-growth/

Bagikan: