[HOAKS] - KANDUNGAN POTASIUM PADA MAKANAN DAPAT MEMICU KANKER
Kategori Hoaks: Konten/ Informasi Sesat (Misleading Content)
DISINFORMASI
Beredar sebuah video di media sosial Instagram yang memperlihatkan seorang pria membongkar kardus dari mobil pengangkut berisi bahan makanan beku untuk restoran cepat saji McDonald’s. Video disertai keterangan bahwa kandungan potasium pada makanan dapat memicu kanker.
PENJELASAN
Berdasarkan hasil penelusuran Tim Jalahoaks, dilaporkan dari tempo.co (25/08/2025) bahwa dalam video yang beredar, pemilik akun sengaja menyorot daftar bahan yang tertera di kardus yang menunjukkan bahan-bahan potasium pada makanan beku McDonald’s dan memang sudah dicantumkan secara terbuka di situs resmi McDonald’s, antara lain pada menu Hot ‘n Spicy McChicken.
Menurut Koordinator Program Studi Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Universitas Negeri Surabaya, Fitri Komala Sari, zat potasium biasa dikenal dengan nama Kalium Klorida atau KCl. Senyawa mineral berupa garam dari kalium dan klorida sebagai pengganti garam dapur.
Garam dapur atau natrium klorida tersebut punya potensi meningkatkan tekanan darah sehingga diganti dengan kalium klorida yang dinilai lebih aman. Meski begitu, tingkat aman konsumsi kalium klorida tergantung pada kondisi kesehatan fisik dan fungsi ginjalnya masing-masing.
“Jumlah kalium klorida yang dibutuhkan tubuh setara 6 sampai 9 gram per hari atau tidak lebih dari 1 sendok makan,” ujarnya kepada Tempo, Rabu, 20 Agustus 2025.
Senada, Dosen Teknologi Pangan Institut Teknologi Kalimantan Anggela menyebut potasium klorida masuk kategori aman atau Generally Recognized As Safe (GRAS) menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia maupun Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (Food and Drug Administration/ FDA).
“Berdasarkan Peraturan BPOM Nomor 11 Tahun 2019, potasium klorida termasuk bahan tambahan pangan yang diizinkan,” kata Anggela.
Komite Khusus Zat GRAS (SCOGS) FDA juga menyimpulkan tidak ada bukti bahwa potasium klorida berbahaya bagi publik, selama penggunaannya sesuai batas yang diperbolehkan.
Anggela mengatakan klaim tersebut keliru. Menurut dia, risiko utama konsumsi potasium klorida adalah hiperkalemia atau kelebihan kalium dalam darah, bukan kanker. “Tidak ada artikel ataupun publikasi yang mendukung bahwa konsumsi potasium klorida menjadi penyebab kanker,” kata Anggela.
Sebaliknya, potasium klorida justru bermanfaat karena dapat menurunkan tekanan darah dibandingkan garam komersial atau natrium klorida. Natrium diketahui dapat meningkatkan tekanan darah jika dikonsumsi berlebihan.
“Makanya memang sudah disarankan untuk mengganti garam kita ke garam potasium atau potasium klorida,” ujarnya.
KESIMPULAN
Informasi tentang kandungan potasium pada makanan dapat memicu kanker, adalah tidak benar. Faktanya, berdasarkan Peraturan BPOM Nomor 11 Tahun 2019, potasium klorida termasuk bahan tambahan pangan yang diizinkan. Adapun, jika penggunaannya berlebihan maka risiko utama konsumsi potasium klorida adalah hiperkalemia atau kelebihan kalium dalam darah, bukan kanker.
SUMBER FAKTA:
https://www.tempo.co/cekfakta/keliru-kandungan-potasium-pada-makanan-memicu-kanker-2062735
https://www.hfpappexternal.fda.gov/scripts/fdcc/index.cfm?set=SCOGS&sort=Sortsubstance&order=ASC&startrow=1&type=column&search=SCOGS Report Number¤VARCHAR¤102