[HOAKS] - KEMENTERIAN KEUANGAN RI MENAWARKAN PENGISIAN DATA PENERIMA BANTUAN MELALUI MESSENGER


Kategori Informasi: Disinformasi
Kategori Hoaks: Konten Tiruan/ Tipuan (Imposter Content)
Tematik: Penipuan
Selasa, 10 Feb 2026

DISINFORMASI

Beredar sebuah unggahan di media sosial Facebook yang berisi bahwa Kementerian Keuangan RI menawarkan pengisian data penerima bantuan melalui Messenger.

PENJELASAN

Berdasarkan hasil penelusuran Tim JalaHoaks, dilaporkan dari laman berita kompas.com (06/02/2026) bahwa Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu, Deni Surjantoro memastikan bahwa informasi yang beredar tersebut tidak benar.

Kemenkeu tidak pernah meminta data diri warga melalui Messenger. "Ini hoaks, ya," ujar Deni.

Selain itu, narasi yang beredar di media sosial memiliki indikasi phishing.

Data pribadi yang diberikan kepada pihak yang tidak bertanggung jawab dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan.

Adapun, website resmi milik Kementerian Keuangan RI Direktorat Jenderal Perbendaharaan djpb.kemenkeu.go.id (14/04/2025) telah memuat artikel berjudul "PHISHING: Waspadai Pencurian Data Pribadi".

Artikel tersebut menjelaskan bahwa pelaku phishing biasanya menyamar sebagai pihak terpercaya (bank, instansi, atau mengatasnamakan orang pribadi) dan mengelabui korban untuk menyerahkan informasi sensitif miliknya.

Selain itu, terdapat langkah-langkah mencegah phishing yaitu sebagai berikut:

1. Jangan membagikan informasi sensitif kepada pihak yang tidak terpercaya melalui media tidak resmi;
2. Jangan membuka tautan/ file mencurigakan;
3. Jangan instal aplikasi dari situs ilegal;
4. Instal antivirus dan lakukan scan secara berkala;
5. Gunakan fitur Multi Factor Authentication (MFA);
6. Gunakan kombinasi password unik dan ubah secara berkala.

KESIMPULAN

Informasi tentang Kementerian Keuangan RI menawarkan pengisian data penerima bantuan melalui Messenger, tidak dapat diverifikasi benar. Faktanya, Kemenkeu tidak pernah meminta data diri warga melalui Messenger. Selain itu, narasi yang beredar di media sosial memiliki indikasi phishing.

SUMBER FAKTA:

  1. https://www.kompas.com/cekfakta/read/2026/02/06/180800582/-hoaks-kemenkeu-minta-data-diri-penerima-bantuan-di-messenger

  2. https://djpb.kemenkeu.go.id/kppn/bogor/id/data-publikasi/artikel/2902-phising-waspadai-pencurian-data-pribadi.html

Bagikan: