[HOAKS] - MODIFIKASI CUACA 2026 SEBARKAN RACUN CHEMTRAIL MELALUI PESAWAT
Kategori Hoaks: Konten/ Informasi Sesat (Misleading Content)
Tematik: Pemerintahan
DISINFORMASI
Beredar video di Instagram yang menyatakan bahwa operasi modifikasi cuaca 2026 sebarkan racun chemtrail melalui pesawat.
PENJELASAN
Berdasarkan hasil penelusuran Tim Jalahoaks diketahui bahwa informasi dalam video adalah tidak benar. Dilansir dari tempo.co (28/01/2026), Sekretaris Pusat Pengelolaan Peluang dan Risiko Iklim Kawasan Asia Tenggara dan Pasifik Institut Pertanian Bogor, I Putu Santikayasa menjelaskan bahwa Teknologi Modifikasi Cuaca merupakan pendekatan untuk memodifikasi proses pembentukan awan dan hujan. Teknologi ini bertujuan untuk mengatur intensitas curah hujan di suatu wilayah, baik untuk mengurangi maupun meningkatkannya.
Menurut Putu, jika tujuannya adalah menambah curah hujan, tim akan menurunkan potensi hujan di wilayah sasaran lebih cepat. Sebaliknya, guna mengurangi risiko banjir, curah hujan tersebut akan dipindahkan dan dijatuhkan ke wilayah lain.
“Teknologi ini tidak bisa menciptakan hujan, melainkan memanfaatkan awan atau potensi hujan dan situasi atmosfer tertentu,” ujar Putu.
Dia juga menyatakan, tim ahli menggunakan data satelit cuaca serta radar untuk memantau parameter cuaca seperti angin, kelembapan, suhu, dan tekanan udara.
“Atmosfer sifatnya fluida yang selalu bergerak, sehingga analisis terkait dinamika atmosfer sangat penting dilakukan,” kata Putu.
Adapun, jejak putih yang muncul di belakang pesawat terbang bukanlah chemtrail, melainkan contrails. Fenomena ini merupakan jejak uap air terkondensasi yang dihasilkan oleh mesin pesawat jet. Secara etimologi, contrails merupakan akronim dari condensation (kondensasi) dan trail (jejak).
Menukil data dari situs Layanan Cuaca Amerika Serikat weather.gov, contrails terbentuk melalui dua proses dasar. Dalam kondisi yang tepat, contrails dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama dan terkadang berkembang menjadi lapisan cirrus yang lengkap.
Contrails paling sering terbentuk pada ketinggian jelajah pesawat, antara sekitar 32.000 dan 42.000 kaki (10.000 hingga 13.000 meter) di troposfer atas, menurut Rocky Mountain Institute (RMI) rmi.org (21/11/2022), karena di sanalah kondisi tersebut ditemukan. Karena atmosfer selalu berubah, kondisi mungkin tidak tepat untuk pembentukan contrails pada ketinggian ini, itulah sebabnya tidak semua pesawat membuat contrails pada setiap penerbangan
KESIMPULAN
Video di Instagram mengenai operasi modifikasi cuaca 2026 sebarkan racun chemtrail adalah tidak benar. Faktanya, jejak putih yang muncul di belakang pesawat terbang bukanlah chemtrail, melainkan contrails yang merupakan jejak uap air terkondensasi yang dihasilkan oleh mesin pesawat jet.
SUMBER FAKTA:https://www.tempo.co/cekfakta/keliru-modifikasi-cuaca-2026-sebarkan-racun-chemtrail-2110583
https://www.weather.gov/bgm/WeatherInActionContrails
https://rmi.org/contrail-mitigation-a-collaborative-approach-in-the-face-of-uncertainty/