[HOAKS] - NILAI RUPIAH MELEMAH KARENA INDONESIA MENOLAK PINJAMAN IMF


Kategori Informasi: Disinformasi
Kategori Hoaks: Konten/ Informasi Sesat (Misleading Content)
Tematik: Pemerintahan
Selasa, 07 Jul 2026

DISINFORMASI
Beredar unggahan video di media sosial TikTok dengan narasi bahwa nilai Rupiah melemah karena Indonesia menolak pinjaman dari International Monetary Fund (IMF).

PENJELASAN
Berdasarkan hasil penelusuran Tim Jalahoaks, dalam situs AFP Periksa Fakta periksafakta.afp.com (22/06/2026) telah dilaporkan bahwa menurut Latif Adam, seorang ekonom senior di Badan Riset dan Inovasi Nasional, tidak ada kaitannya antara pelemahan rupiah dan keputusan pemerintah menolak tawaran pinjaman IMF.

"Sebenarnya dari perspektif ekonomi, tidak ada direct impact antara penolakan pinjaman IMF dengan pelemahan nilai tukar rupiah. Secara ilmu ekonomi, pergerakan nilai tukar rupiah (apresiasi atau depreasiasi) ditentukan oleh permintaan dan penawaran valuta asing," ujarnya kepada AFP melalui surel yang dikirim pada 2 Juni.

"Jadi [hal] ini ditentukan oleh [faktor-faktor] seperti arus modal asing (capital in atau out), persepsi investor mengenai stabilitas dan prospek ekonomi, serta dinamika ekonomi dan geopolitik global."

Latif kemudian mengatakan IMF dan Bank Dunia memang dapat memengaruhi pergerakan nilai tukar mata uang. Hanya saja, menurutnya, bukan "karena kedua lembaga tersebut memberikan atau tidak memberikan pinjaman, tetapi bagaimana mereka menilai kondisi ekonomi Indonesia." 

Deni Friawan, peneliti lembaga Centre for Strategic and International Studies (CSIS), secara terpisah mengatakan bahwa pelemahan nilai rupiah saat ini terjadi akibat kombinasi dari berbagai macam faktor, termasuk konflik di Timur Tengah dan juga tingkat suku bunga bank sentral AS, The Fed, yang tinggi.

"Karena inflasi di US yang tinggi, hal itu membuat capital keluar dari emerging market (termasuk Indonesia)," ujarnya kepada AFP melalui email yang dikirim pada 29 Mei.

"(Ada juga) kekhawatiran akan pengelolaan fiskal atau sustainability fiskal Indonesia, subsidi bahan bakar yang meningkat, dan berbagai kebijakan pemerintah yang menambah ketidakpastian."

Deni menambahkan bahwa menyalahkan IMF sebagai aktor yang bertanggung jawab atas anjloknya rupiah terasa sebagai "pengalihan" semata.

"Melampiaskan kesalahan itu kepada pihak lain, dalam hal ini pihak luar negeri yang biasanya memang paling mudah untuk disalahkan, karena lebih mudah diterima oleh orang Indonesia yang memang punya pengalaman buruk dengan asing ketika penjajahan dulu atau 'nasionalisme' sempit, dan pihak asing yang dituduh juga tidak akan atau malas merespons hal itu," pungkasnya.

Adapun, dalam artikel kompas.com (22/04/2026) berjudul "Alasan Purbaya Tolak Pinjaman hingga Rp514 triliun dari IMF-Bank Dunia," dikutip bahwa Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai kondisi fiskal Indonesia saat ini masih cukup kuat, sehingga tambahan utang dari lembaga internasional tersebut belum diperlukan.

“25 sampai 30 miliar dollar AS kalau kamu mau pakai boleh, itu dipakai untuk beberapa negara yang butuh. Saya bilang, sekarang saya belum butuh karena kita punya cadangan sendiri,” kata Purbaya.

Ia menjelaskan, pemerintah masih memiliki bantalan fiskal berupa Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang mencapai sekitar Rp 420 triliun atau setara hampir 25 miliar dollar AS. Cadangan tersebut dinilai cukup untuk menjaga stabilitas keuangan negara tanpa harus menambah utang baru. Menurut Purbaya, keputusan ini diambil sebagai bagian dari strategi menjaga kemandirian fiskal, sekaligus memastikan pengelolaan utang tetap dalam batas aman di tengah tekanan global.

KESIMPULAN
Informasi tentang nilai Rupiah melemah karena Indonesia menolak pinjaman dari IMF, adalah tidak benar. Faktanya, tidak ada kaitannya antara pelemahan rupiah dan keputusan pemerintah menolak tawaran pinjaman IMF. Pelemahan nilai rupiah saat ini terjadi akibat kombinasi dari berbagai macam faktor, termasuk konflik di Timur Tengah dan juga tingkat suku bunga bank sentral AS, The Fed, yang tinggi.

SUMBER FAKTA:

  1. https://periksafakta.afp.com/doc.afp.com.B7GN7WE

  2. https://money.kompas.com/read/2026/04/22/091100726/alasan-purbaya-tolak-pinjaman-hingga-rp-514-t-dari-imf-bank-dunia

Bagikan: