[HOAKS] - PENEMUAN OBAT DAN VAKSIN KANKER SETELAH AS KELUAR DARI WHO
Kategori Hoaks: Konten/ Informasi Sesat (Misleading Content)
Tematik: Kesehatan
DISINFORMASI
Beredar postingan di TikTok dengan narasi bahwa telah ditemukannya obat dan vaksin kanker setelah Amerika Serikat keluar dari Badan Kesehatan Dunia (WHO).
PENJELASAN
Berdasarkan hasil penelusuran Tim Jalahoaks diketahui bahwa informasi tersebut tidak benar. Dilaporkan dari tirto.id (06/02/2026) bahwa klaim yang disebutkan oleh seseorang ilmuwan bernama Peixuan Guo yang merujuk pada publikasi ilmiah bertanggal 3 Februari 2026, merupakan klaim yang menyesatkan. Penelitian yang dimaksud sebenarnya menunjukkan bahwa RNA-micelle, sebuah teknologi penghantaran obat berbasis RNA, mampu hampir sepenuhnya menghambat pertumbuhan metastasis kanker kolorektal di paru-paru pada model tikus, bukan pada manusia.
Dikutip laman Wiley Advanced, studi ini masih berada pada tahap pra-klinis, belum diuji dalam uji klinis manusia, dan tidak dapat disebut sebagai “obat” atau “penyembuhan” kanker. Temuan tersebut memang menjanjikan secara ilmiah karena menggabungkan siRNA dan analog nukleosida secara sinergis, namun masih membutuhkan tahapan panjang sebelum bisa diaplikasikan sebagai terapi klinis.
Adapun klaim lain dengan narasi sensasional, yaitu bahwa kanker darah kini dapat sepenuhnya diobati berkat tim medis Vietnam. Diketahui klaim tersebut juga tidak akurat. Tidak ada terapi yang dapat menyembuhkan seluruh jenis kanker darah secara tuntas. Pengobatan yang dimaksud dalam konteks ini sebenarnya adalah CAR-T cell therapy, sebuah teknologi imunoterapi yang sudah ada sejak bertahun-tahun lalu dan pertama kali disetujui oleh FDA Amerika Serikat pada 2017.
Selain itu, dikutip dari tempo.co (24/02/2026) bahwa tidak ada kaitan antara penemuan pengobatan dan vaksin kanker dengan keluarnya AS dari WHO. Diinformasikan, Amerika Serikat memang menarik diri dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) lewat perintah eksekutif Donald Trump pada 20 Januari 2025. Sedangkan penelitian untuk mendapatkan terapi, obat, dan vaksin kanker telah dilakukan sepanjang 250 tahun.
Institut Kanker Amerika Serikat mencatat penelitian dan penemuan terapi untuk mengatasi kanker di dunia telah dilakukan para ilmuwan sepanjang 250 tahun. Dimulai pada 1775, ilmuwan Percivall Pott mengidentifikasi hubungan antara paparan abu cerobong asap dengan munculnya kanker kulit langka pada sel skuamosa. Sejak saat itu para ilmuwan terus memburu formula penyembuh melalui berbagai metode mulai dari radiasi pada 1899 serta sistem imun pada 1909 hingga teknik pap smear pada 1928. Perkembangan medis pun kian pesat lewat prosedur mastektomi payudara serta terapi hormonal pada 1941 hingga kombinasi kemoterapi pada 1958 serta liquid biopsies pada 2020.
Badan Pengawas Obat serta Makanan Amerika Serikat atau FDA juga sudah merestui penggunaan sipuleucel T sebagai vaksin pengobatan kanker manusia pertama sejak 2010. Otoritas medis tersebut pun meloloskan belzutifan atau Welireg pada 2021 guna menangani tumor akibat sindrom Von Hippel Lindau. Seluruh capaian medis ini terealisasi lama sebelum Donald Trump meneken perintah keluar dari WHO.
Kabar terkini dari Rusia menyebutkan bahwa Federal Medical and Biological Agency atau FMBA sedang menguji Enteromix yakni vaksin berbasis mRNA yang risetnya sudah berjalan lebih dari tiga tahun. Kepala Federal Medical and Biological Agency (FMBA) Veronica Skvortsova mengklaim vaksin tersebut terbukti efektif mengecilkan tumor pada tahap uji coba hewan. Saat ini Rusia sedang menunggu persetujuan regulasi untuk merilis Enteromix agar tersedia luas untuk publik.
Sementara itu di Korea Selatan, para peneliti di Institut Teknologi dan Sains Korea (KAIST) baru-baru ini juga mengumumkan metode untuk memprogram ulang sel-sel kekebalan pada tumor menjadi mesin pembunuh kanker. Sebuah obat yang disuntikkan langsung ke dalam tumor diserap oleh makrofag yang memicu mereka untuk mengenali dan menyerang sel-sel kanker sambil mengaktifkan pertahanan kekebalan di sekitarnya. Pengembangan metode ini juga masih dalam tahap uji pada hewan. Pada tahap praklinis tersebut, hasilnya signifikan memperlambat pertumbuhan tumor dan memicu respons kekebalan antikanker yang kuat. Mereka merencanakan uji klinis pada manusia akan dilakukan pada 2027.
Dengan demikian, tidak ada hubungannya penemuan obat dan vaksin kaner terjadi setelah Amerika Serikat keluar dari WHO. Informasi yang disampaikan dalam postingan di TikTok adalah menyesatkan.
KESIMPULAN
Klaim yang menyatakan bahwa obat dan vaksin kanker ditemukan setelah Amerika Serikat keluar dari WHO adalah tidak benar dan menyesatkan. Studi ilmiah yang dijadikan rujukan masih berada pada tahap pra-klinis dan dilakukan pada model hewan, bukan manusia. Selain itu, tidak ada bukti yang menunjukkan adanya hubungan antara penelitian tersebut dengan kebijakan Amerika Serikat terkait WHO.
SUMBER FAKTA:
https://www.tempo.co/cekfakta/keliru-obat-dan-vaksin-kanker-ditemukan-setelah-amerika-keluar-dari-who-2117472
https://tirto.id/benarkah-obat-kanker-ditemukan-usai-as-keluar-dari-who-hqLC