[HOAKS] - POTENSI JAKARTA TENGGELAM KARENA PERUBAHAN IKLIM HANYA ISU AGAR PERUSAHAAN PROPERTI PAGARI LAUT


Kategori Informasi: Disinformasi
Kategori Hoaks: Konten/ Informasi Sesat (Misleading Content)
Jumat, 14 Feb 2025

[HOAKS] Potensi Jakarta Tenggelam karena Perubahan Iklim Hanya Isu agar Perusahaan Properti Pagari Laut

 

DISINFORMASI

 

Beredar postingan di Instagram yang menyebutkan potensi Jakarta tenggelam karena perubahan iklim hanya isu agar perusahaan properti pagari laut.

 

PENJELASAN

 

Berdasarkan hasil penelusuran Tim Jalahoaks diketahui bahwa klaim tersebut tidak benar. Dilansir dari tempo.co (07/02/2025), potensi Jakarta tenggelam bukan hanya sekedar isu. Perihal potensi Jakarta tenggelam sudah diteliti oleh sejumlah pihak.

 

Mengacu kepada laporan tempo.co, setidaknya ada dua faktor mengapa potensi Jakarta tenggelam terjadi antara lain karena penurunan air tanah dan naiknya permukaan laut. Sehingga keluarnya Amerika Serikat dari Perjanjian Iklim, meski terkait langsung dengan potensi tenggelamnya Jakarta, dapat berdampak pada percepatan penanganan pemanasan global.

 

Faktor penurunan tanah diteliti oleh oleh Tim dari geodesi Institut Teknologi Bandung (ITB). Menurut Kepala Laboratorium Geodesi Institut Teknologi Bandung (ITB) Heri Andreas, di Jakarta Utara setiap tahunnya telah terjadi penurunan permukaan tanah dengan kedalaman mencapai 25 cm yang berarti terjadi penurunan tanah sedalam 2,5 meter di sana.

 

Bila tidak dilakukan upaya pencegahan yang tepat, maka pada tahun 2050 diperkirakan 95 persen wilayah Jakarta Utara akan terendam air. Penurunan tanah tidak hanya terjadi di Jakarta Utara, tetapi di seluruh DKI Jakarta. Jakarta Barat turun sampai 15 cm per tahun. Jakarta Timur, 10 cm setiap tahunnya. Penurunan tanah sedalam 2 cm terjadi di Jakarta Pusat. Sementara, di Jakarta Selatan penurunannya sekitar 1cm per tahun.

 

Menurut Heri, penurunan tanah itu akibat penggunaan air tanah dalam secara berlebihan dan terus-menerus. Air tanah dalam adalah air tanah yang terletak di kedalaman sekitar 80 sampai 300 meter di bawah permukaan tanah.

 

Faktor kedua karena naiknya permukaan air laut. Dalam riset Hamlington dkk (2024) berjudul "The rate of global sea level rise doubled during the past three decades", berdasarkan pengukuran permukaan laut global oleh satelit, ketinggian permukaan laut pada tahun 1993 hingga akhir tahun 2023, telah meningkat sebesar 111 mm.

 

Selain itu, laju kenaikan permukaan laut rata-rata global selama tiga dekade tersebut telah meningkat dari ~2,1 mm/tahun pada tahun 1993 menjadi ~4,5 mm/tahun pada tahun 2023. Jika lintasan kenaikan permukaan laut ini terus berlanjut selama tiga dekade ke depan, permukaan laut akan meningkat sebesar 169 mm secara global, sebanding dengan proyeksi permukaan laut jangka menengah dari IPCC AR6. Kenaikan permukaan laut adalah salah satu indikator perubahan iklim.

 

Postgraduate student Earth and Environment, University of Leeds, Anistia Malinda Hidayat dalam menjelaskan kenaikan air laut yang salah satu penyebabnya pemanasan global, berpengaruh sangat sedikit pada tenggelamnya Jakarta di masa mendatang.

 

“Ada (dampaknya ke Jakarta), tapi sangat kecil jika dibandingkan dengan land subsidence (penurunan tanah). Proyeksi menggunakan pemodelan hidrodinamik yang dilakukan Takagi et al. (2016) menyebutkan jika 88% penyebab perluasan area coastal flood (banjir rob) di Jakarta adalah akibat penurunan tanah, sisanya diakibatkan oleh kenaikan muka laut yang dapat terasosiasi dengan perubahan iklim atau adanya anomali tinggi gelombang pasang,” kata Anistia.

 

Dia juga mengatakan, berdasarkan data riil observasi survei dan satelit INSAR, laju penurunan tanah di Jakarta dalam kurun waktu 1974-2010 bervariasi mulai dari 3-10 cm/tahun (Abidin et al, 2015).

 

Penyebab penurunan tanah sendiri di wilayah Jakarta bisa dikaitkan dengan 4 hal; Ekstraksi air tanah; beban konstruksi seperti pemadatan tanah dengan tingkat kompresibilitas tinggi akibat padatnya dan 'beratnya' bangunan di atasnya; karakteristik tanahnya, biasanya terkait dengan konsolidasi alami tanah alluvial; dan tektonik.

 

“Berdasarkan riset Mas Abidin (tersebut), faktor pertama sampai ketiga yang paling berpengaruh jika menyangkut dengan penurunan tanah di Jakarta. Jadi, memang aktivitas pembangunan di Jakarta yang sejauh ini memiliki pengaruh yang lebih kuat dibandingkan efek dari pemanasan global itu sendiri,” kata Anistia lagi.

 

KESIMPULAN

 

Postingan di Instagram yang menyebutkan potensi Jakarta tenggelam karena perubahan iklim hanya isu agar perusahaan properti pagari laut adalah tidak benar. Faktanya, potensi Jakarta tenggelam memang sudah melalui beberapa kajian ilmiah. Adapun, hasil beberapa kajian ilmiah itu disimpulkan ada dua faktor utama Jakarta berpotensi tenggelam, yakni penurunan air tanah dan naiknya permukaan laut.

 

SUMBER FAKTA:

  1. https://www.tempo.co/cekfakta/keliru-klaim-soal-dampak-pemanasan-global-dan-potensi-jakarta-tenggelam-hanya-isu--1204187

  2. https://www.nature.com/articles/s43247-024-01761-5

Bagikan: