[HOAKS] - LOWONGAN KERJA PT CIPTA KRIDATAMA
Kategori Hoaks: Konten Tiruan/ Tipuan (Imposter Content)
Tematik: Penipuan
DISINFORMASI
Beredar unggahan di TikTok tentang pembukaan lowongan pekerjaan di PT Cipta Kridatama, sebuah perusahaan jasa pertambangan terkemuka di Indonesia. Unggahan tersebut mengiming-imingi pelamar dengan berbagai fasilitas menarik seperti gaji kompetitif, mess, akomodasi, hingga tunjangan perumahan, lalu mengarahkan mereka untuk mengeklik tautan pendaftaran yang disematkan pada profil akun.
PENJELASAN
Berdasarkan hasil penelusuran Tim Jalahoaks, tautan yang dibagikan dalam unggahan tersebut tidak berasal dari kanal resmi PT Cipta Kridatama. Tautan tersebut tidak mengarah ke situs resmi perusahaan, melainkan ke sebuah halaman formulir digital mencurigakan yang meminta pengisian data pribadi seperti nama lengkap, alamat rumah, serta nomor akun Telegram aktif.
Berdasarkan pengecekan di kanal karier resmi perusahaan serta induk usahanya, diketahui bahwa informasi rekrutmen PT Cipta Kridatama hanya dipublikasikan melalui kanal resmi perusahaan dan tidak menggunakan tautan formulir sebagaimana yang dibagikan dalam unggahan tersebut.
Seluruh informasi rekrutmen yang valid dari PT Cipta Kridatama hanya dipublikasikan melalui kanal komunikasi resmi mereka, yaitu:
- Situs web resmi: ciptakridatama.co.id/careers
- Akun Instagram resmi: @cipta_kridatama
- Portal karier perusahaan induk (PT ABM Investama Tbk): careersabmgroup.abm-investama.com
KESIMPULAN https://www.ciptakridatama.co.id/careers https://www.instagram.com/cipta_kridatama/ https://careersabmgroup.abm-investama.com/search/?createNewAlert=false&q=&locationsearch=&optionsFacetsDD_location=&optionsFacetsDD_dept=&optionsFacetsDD_facility=&optionsFacetsDD_shifttype=
Informasi di TikTok mengenai tautan lowongan pekerjaan di PT Cipta Kridatama, adalah tidak benar. Faktanya, tautan yang digunakan tidak terhubung dengan kanal rekrutmen resmi PT Cipta Kridatama maupun PT ABM Investama Tbk. Akun tersebut memanfaatkan identitas PT Cipta Kridatama untuk menjebak masyarakat agar menyerahkan data pribadi atau kontak Telegram mereka yang berpotensi digunakan untuk tindakan penipuan (scam).
SUMBER FAKTA: