[HOAKS] - TAUTAN PENDAFTARAN THR ASN 2026


Kategori Informasi: Disinformasi
Kategori Hoaks: Konten/ Informasi Sesat (Misleading Content)
Tematik: Penipuan
Rabu, 25 Mar 2026

DISINFORMASI

Beredar unggahan di media sosial Facebook yang mengklaim adanya pendaftaran Tunjangan Hari Raya (THR) ASN 2026 melalui sebuah tautan. Dalam unggahan menyebutkan pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp55 triliun untuk pembayaran THR ASN dan masyarakat diminta melakukan pendaftaran secara daring melalui tautan yang dibagikan.

PENJELASAN

Berdasarkan hasil penelusuran Tim JalaHoaks, dilansir dari setneg.go.id (03/03/2026) bahwa pemerintah memang menyiapkan anggaran sekitar Rp55 triliun untuk pembayaran THR ASN tahun 2026 yang diberikan kepada PNS, PPPK, prajurit TNI, anggota Polri, serta para pensiunan. Kebijakan tersebut diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2026 tentang Pemberian Tunjangan Hari Raya dan Gaji Ketiga Belas kepada Aparatur Negara.

Dalam pengumuman yang disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, dijelaskan bahwa THR diberikan kepada sekitar 10,5 juta aparatur negara yang terdiri dari ASN pusat dan daerah, TNI/Polri, serta para pensiunan. Komponen THR yang dibayarkan meliputi gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, serta tunjangan jabatan atau kinerja sesuai regulasi yang berlaku.

Penyaluran THR dilakukan secara bertahap kepada sekitar 2,4 juta ASN pusat/TNI/Polri, 4,3 juta ASN daerah, serta 3,8 juta pensiunan. Pencairannya dimulai sejak 26 Februari 2026 atau pada minggu pertama Ramadan dan diproyeksikan selesai paling lambat tujuh hari sebelum Idulfitri.

Proses penyaluran THR dilakukan melalui mekanisme resmi pemerintah dan ditransfer langsung ke rekening penerima melalui instansi masing-masing.

Dengan demikian, tidak ada proses pendaftaran THR ASN melalui tautan di media sosial seperti yang disebarkan oleh akun Facebook "Program Bantuan Ramadhan 1447 H".

Selain itu, akun Facebook tersebut bukan merupakan akun resmi pemerintah dan tidak memiliki kredibilitas sebagai sumber informasi terkait kebijakan negara.

Tautan yang dibagikan dalam unggahan tersebut juga mengarah ke situs tidak resmi yang meminta pengguna mengisi data pribadi seperti nama lengkap dan nomor Telegram. Setelah data diisi, pengguna diminta memasukkan kode verifikasi yang dikirim melalui Telegram. Pola ini merupakan ciri umum modus phishing yang bertujuan mengumpulkan data pribadi serta membuka komunikasi langsung dengan calon korban.

KESIMPULAN

Klaim mengenai pendaftaran THR ASN 2026 melalui tautan yang beredar di media sosial adalah tidak benar. Faktanya, THR ASN merupakan hak penerima yang memenuhi ketentuan dan disalurkan langsung melalui mekanisme resmi pemerintah tanpa proses pendaftaran melalui tautan.

SUMBER FAKTA:

  1. https://tirto.id/berikut-rincian-thr-asn-tahun-2026-tertinggi-capai-rp31-juta-hspm

  2. https://www.setneg.go.id/baca/index/pemerintah_umumkan_pemberian_thr_dan_bhr_idulfitri_2026

  3.  

Bagikan: