[HOAKS] - VIDEO KLAIM VAKSIN COVID-19 MENGANDUNG GRAFENA OKSIDA


Kategori Informasi: Disinformasi
Kategori Hoaks: Konten/ Informasi Sesat (Misleading Content)
Tematik: Kesehatan
Jumat, 10 Jul 2026

DISINFORMASI
Beredar video di Facebook yang mengeklaim vaksin Covid-19 mengandung graphene oxide atau grafena oksida yang bereaksi pada frekuensi radio aktif 5G, sehingga dapat menyebabkan serangan jantung akibat penggumpalan darah, gangguan saraf, miokarditis, dan sebagainya.

PENJELASAN
Berdasarkan penelusuran Tim Jalahoaks, dilaporkan dalam tirto.id (07/07/2026) bahwa graphene oxide atau oksida grafena adalah material turunan dari grafena, yaitu lembaran karbon setebal satu atom yang tersusun dalam pola heksagonal berpola seperti sarang lebah dan memiliki gugus fungsi yang mengandung oksigen. Graphene biasa digunakan untuk berbagai inovasi teknologi tinggi karena sifatnya yang super tipis, sangat fleksibel, ringan, serta menghantarkan listrik, dan panas dengan sangat baik.

Adapun, terdapat video serupa yang tayang di Instagram @energywireid. Dalam narasinya disebutkan bahwa video menampilkan fenomena listrik memicu pertumbuhan benda mati. Video berdurasi 45 detik tersebut menampilkan gambar bola baja yang dialiri listrik dalam minyak kental yang membuat bola baja terlihat bergerak dan saling terhubung, seolah-olah benda hidup. Video tersebut tidak ada kaitannya dengan vaksin Covid-19 dan tidak ada hubungannya dengan graphene oksida.

Berdasarkan informasi yang diberikan delfi.it, Lie Detector menuliskan tentang fakta bahwa tidak satupun vaksin Covid-19 yang disetujui, yang mengandung graphene oxide. Senada dengan hal tersebut, dalam laman Reuters, laporan yang menyatakan bahwa vaksin Covid-19 mengandung graphene oksida tidak berdasar, klaim tersebut dibantah para ahli.

Pfizer mengatakan kepada Reuters bahwa vaksinnya tidak mengandung bahan tersebut. Bahan ini juga tidak terdaftar dalam vaksin Covid-19 manapun yang tersedia secara luas di seluruh dunia.

KESIMPULAN
Informasi tentang video vaksin Covid-19 mengandung grafena oksida yang bereaksi pada frekuensi radio aktif 5G, adalah tidak benar. Faktanya, video asli menampilkan fenomena listrik memicu pertumbuhan benda mati dan tidak ada kaitannya dengan vaksin Covid-19 maupun graphene oksida. Selain itu, graphene oksida tidak terdaftar dalam vaksin Covid-19 manapun yang tersedia secara luas di seluruh dunia.

SUMBER FAKTA:

  1. https://tirto.id/salah-video-klaim-vaksin-covid-19-mengandung-grafena-oksida-hziw

  2. https://www.instagram.com/reels/DWYctXaNwEp/  

  3. https://www.delfi.lt/news/melo-detektorius/melas/pasinaudoje-populiariu-fizikos-eksperimentu-skleidzia-melagystes-apie-skiepus-ir-5g-rysi-87973081

  4. https://www.reuters.com/article/factcheck-grapheneoxide-vaccine/fact-check-covid-19-vaccines-do-not-contain-graphene-oxide-idUSL1N2OZ14F/ 

Bagikan: