[HOAKS] - VIDEO PRESIDEN KE-5 MEGAWATI DIPANGGIL KPK
Kategori Hoaks: Konten Buatan (Fabricated Content)
DISINFORMASI https://jatim.antaranews.com/berita/956725/kpk-buka-peluang-panggil-hasto-dalam-penyidikan-kasus-harun-masiku https://www.antarafoto.com/id/view/2359389/konsolidasi-pemenangan-pdip-pada-pilkada-2024-di-jateng
Beredar video di Facebook yang menyatakan bahwa Presiden Ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, dipanggil oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
PENJELASAN
Berdasarkan hasil penelusuran Tim Jalahoaks, diketahui bahwa video tersebut tidak benar. Hasil penelusuran dengan menggunakan mesin pencarian tidak ditemukan adanya pemberitaan kredibel yang menyebutkan bahwa Presiden Ke-5 Megawati dipanggil oleh KPK.
Hasil temuan Tim Jalahoaks hanya ditemukan beberapa pemberitaan terkait kemungkinan KPK memanggil Megawati atas kasus pergantian antar waktu (PAW) Harun Masiku yang sempat menyeret Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto. Pada pemberitaan berjudul “KPK buka peluang panggil Hasto dalam penyidikan kasus Harun Masiku” yang tayang di antaranews.com pada 6 Agustus 2025, berisikan pernyataan Juru Bicara KPK Budi Prasetyo perihal potensi memanggil Presiden Ke-5 Megawati.
Artikel tidak memuat pembahasan mengenai kapan waktu kejadian pemanggilan tersebut dan hanya membahas potensi pemanggilan, bukan sudah dipanggil.
Adapun, pada video terdapat foto Presiden Ke-5 Megawati bersama Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Puan Maharani. Diketahui bahwa foto tersebut berasal dari laman antarafoto.com dengan judul “Konsolidasi pemenangan PDIP pada Pilkada 2024 di Jateng” yang tayang pada 25 Oktober 2024.
Foto tersebut merupakan dokumentasi media Antara dari kegiatan Konsolidasi Organisasi Internal Partai di Kantor DPD PDIP Jateng di Semarang, Jawa Tengah pada 25 Oktober 2024.
KESIMPULAN
Video di Facebook yang menyatakan Presiden Ke-5 Megawati Soekarnoputri dipanggil KPK adalah tidak benar. Faktanya, tidak ada informasi dan pemberitaan kredibel terkait KPK memanggil Megawati.
SUMBER FAKTA: