WEBINAR INDONESIA SOLID (SADAR OLAH LITERASI DIGITAL) MODEL EDUKASI LITERASI DIGITAL YANG DILAKUKAN JAKARTA, JAWA BARAT, DAN KOTA KUPANG

Share :        
Senin, 11 Des 2023

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi DKI Jakarta berkolaborasi dengan Komunitas Literasi Pemuda Indonesia (LPI) melaksanakan kegiatan Webinar Literasi Digital bertajuk “Indonesia SOLID (Sadar Olah Literasi Digital)” pada Selasa (05/12/2023). Pada webinar kali ini, tema yang diangkat ialah “Model Edukasi Literasi Digital Pemerintah Daerah bagi Pemuda Indonesia.”

Penyelenggaraan webinar ini merupakan bentuk perhatian serius Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terhadap pentingnya edukasi literasi digital dan penanganan hoaks yang dilakukan oleh sejumlah pemerintah daerah, khususnya Provinsi DKI Jakarta, demi lahirnya generasi melek digital yang mumpuni.

Narasumber pada webinar kali ini merupakan perwakilan dari unit kegiatan pemeriksaan fakta dan edukasi literasi digital yang ada di tiga pemerintah daerah. Narasumber pertama ialah Muhammad Khairil Haesy, Assistant Profesional Staff Klarifikasi Data dan Fakta (Fact Checker) dari Unit Kegiatan Jakarta Lawan Hoaks (Jalahoaks) Diskominfotik DKI Jakarta. Lalu, narasumber kedua ialah Alfianto Yustinova, Ketua Jabar Saber Hoaks Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat. Dan, narasumber ketiga ialah Seprilyani T.K Elim, PIC Kota Kupang Bebas Hoax dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kupang.

Pada kesempatan ini, Khairil memaparkan mengenai langkah kerja Jalahoaks dalam memeriksa fakta. Jalahoaks, Khairil menjelaskan, melakukan pemeriksaan fakta atas suatu isu hoaks berdasarkan aduan masyarakat ke kanal informasi Jalahoaks, baik melalui Instagram @jalahoaks maupun melalui nomor Whatsapp +6281350005331.

“Aduan yang masuk ke Jalahoaks lalu akan diperiksa faktanya oleh para pemeriksa fakta Jalahoaks. Setelah itu, hasil pemeriksaan faktanya akan dibuatkan dalam bentuk konten sehingga bisa disebarluaskan ke masyarakat melalui kanal informasi Instagram @Jalahoaks,” paparnya.

Selain itu, Khairil turut menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta senantiasa melakukan kegiatan Webinar Literasi Digital Jakarta SOLID (Sadar Olah Literasi Digital) sebagai bentuk komitmen untuk meningkatkan kemampuan literasi digital warga DKI Jakarta.

“Di tahun ini, Pemprov DKI Jakarta sudah melaksanakan delapan kali webinar literasi digital Jakarta SOLID. Kegiatan itu diikuti oleh berbagai warga masyarakat, khususnya dari kalangan siswa/I, dasawisma, ibu-ibu PKK, pengusaha Jakpreneur, dan lain sebagainya. Kegiatan webinar Jakarta SOLID dikemas dengan berbagai tema menarik,” pungkasnya.

Ia juga menyatakan bahwa Jalahoaks ke depannya akan terus memberikan edukasi literasi digital bagi warga DKI Jakarta, khususnya untuk generasi muda. Jalahoaks juga terbuka untuk kolaborasi dengan berbagai macam pihak untuk meningkatkan pengembangan kemampuan literasi digital di Indonesia.

Narasumber kedua, Alfian menjelaskan tentang berbagai macam kegiatan literasi digital yang sudah dilakukan Jabar Saber Hoaks di wilayah Provinsi Jawa Barat. Jabar Saber Hoaks melakukan edukasi literasi digital dan pemberantasan hoaks dengan merangkul kaum muda. Selain itu, Jabar Saber Hoaks juga melakukan perluasan replikasi unit kegiatan periksa fakta di sejumlah kota/kabupaten yang ada di wilayah Jawa Barat.

“Program replikasi unit kegiatan periksa fakta di kota/kabupaten membuat kami lebih cepat dalam melakukan penanganan hoaks di wilayah Jawa Barat,” ucap Alfian.

Perihal gerak kepada generasi muda, Alfian menjelaskan, Jabar Saber Hoaks mengemas berbagai macam konten dengan melibatkan mahasiswa agar pesan literasi digital dapat tersampaikan sesuai dengan kebutuhan dari generasi muda.

Pada sesi paparan narasumber ketiga, Seprilyani menjelaskan bahwa Kota Kupang Bebas Hoax (Kota Kabas Hoax) merupakan unit kegiatan periksa fakta milik pemerintah daerah yang paling muda setelah Jabar Saber Hoaks dan Jalahoaks. 

Perempuan yang karib disapa Elin mengungkapkan pentingnya keberadaan unit kegiatan periksa fakta di pemerintah daerah saat ini, baik Kota Kabas Hoax, Jalahoaks, dan Jabar Sabar Hoaks. Hal ini dibutuhkan untuk membantu warga masyarakat agar tidak panik ketika hoaks tersebar di wilayahnya.

“Peran pemerintah ini adalah sebagai hoaxbuster. Jadi, pemerintah harus segera tanggap menanggapi peredaran hoaks yang meresahkan masyarakat. Dengan begitu, masyarakat tidak akan panik ketika menerima informasi dan tidak khawatir ketika dibayang-bayangi hoaks,” paparnya.

Elin juga menjelaskan, sama seperti Jalahoaks dan Jabar Saber Hoaks, Kota Kabas Hoax terbuka untuk berkolaborasi dalam memberikan edukasi literasi digital kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Elin mengatakan, salah satu cara Kota Kabas Hoax dalam berkolaborasi dengan kaum muda ialah dengan membuka peluang mahasiswa untuk magang di Kota Kabas Hoax untuk menanggulangi hoaks. Selain itu, Elin menambahkan, Kota Kabas Hoax berencana melakukan kegiatan Literasi Digital Goes to School/Campus untuk menjangkau kaum muda dalam hal literasi digital.

“Tahun 2024, Kota Kabas Hoax berencana melakukan Literasi Digital Goes to School/Campus guna menumbuhkan budaya literasi digital yang benar di lingkungan sekolah dan kampus,” ungkapnya.

Pelaksanaan Webinar Literasi Digital kali ini menjadi pertama kalinya kolaborasi tiga unit kegiatan periksa fakta yang ada di pemerintah daerah, yakni Jalahoaks, Jabar Saber Hoaks, dan Kota Kabas Hoax. Ke depannya, ketiga unit kegiatan periksa fakta pemerintah daerah membuka peluang berkolaborasi dengan berbagai pihak guna tercipta kondisi literasi digital masyarakat yang lebih mumpuni, khususnya di kalangan generasi muda.

Artikel


Berita