DUKUNG PROGRAM PEREMPUAN BERDAYA AI, PEMPROV DKI JAKARTA DORONG KEADILAN DIGITAL BAGI PEREMPUAN

Share :        
Jumat, 25 Jul 2025

Untuk meningkatkan kapasitas perempuan dalam penguasaan teknologi Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence/AI), ICT Watch bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara resmi meluncurkan program HerTech: Perempuan Berdaya AI pada Selasa, 22 Juli 2025, di Grha Ali Sadikin Balai Kota DKI Jakarta. Inisiatif strategis ini merupakan hasil kolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), serta Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).

 

Program HerTech hadir sebagai respons terhadap ketimpangan akses, keterampilan, dan literasi digital yang masih membayangi kelompok rentan, terutama perempuan, di tengah pesatnya adopsi AI. Data LinkedIn (2023) menunjukkan bahwa 57% pekerjaan yang terdampak oleh AI saat ini didominasi oleh perempuan. Laporan PricewaterhouseCoopers (2024) menegaskan bahwa kesiapsiagaan perempuan dalam menghadapi perubahan kebutuhan keterampilan kerja lebih rendah dibandingkan laki-laki.

 

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik  Provinsi DKI Jakarta, Budi Awaluddin, dalam sambutannya menyampaikan, AI kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan modern. Karena itu, menjadi tanggung jawab kita bersama untuk membangun ekosistem yang mendukung pemanfaatan AI secara etis, strategis, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

 

“Kita harus memastikan bahwa tidak ada satu kelompok pun yang tertinggal, terutama perempuan, untuk memiliki akses dan keterampilan memanfaatkan potensi besar dari teknologi AI,” ujar Budi yang juga secara resmi meluncurkan program HerTech.

 

Hal senada disampaikan Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komdigi, Fifi Aleyda Yahya, yang mengatakan perlunya penguatan perempuan dalam kapasitasnya menghadapi disrupsi teknologi kecerdasan buatan. Dia menegaskan, program HerTech ini menjadi salah satu langkah strategis dalam menjembatani kesenjangan literasi digital.

 

"Kolaborasi adalah kunci. Kita tidak bisa membiarkan perempuan tertinggal dalam revolusi digital ini," ujar Fifi.

 

Ditambahkan Fifi, Kemkomdigi mengapresiasi kehadiran program HerTech, karena menurutnya, kehadiran HerTech mampu mengisi kesenjangan literasi digital, melalui edukasi, pelatihan, dan peningkatan kapasitas perempuan dalam memahami, menggunakan, dan mengkritisi teknologi AI secara produktif dan etis.

 

Program HerTech: Perempuan Berdaya AI akan berlangsung secara nasional di 18 kabupaten/kota, sepanjang tahun 2025-2026 dan menargetkan 10.000 penerima manfaat melalui 25 rangkaian kegiatan. Setelah sukses menggelar kegiatan uji coba modul perdananya di Kota Sukabumi, Jawa Barat, pada 7–9 Juli 2025, program ini digelar di Kota Jakarta pada 23–25 Juli 2025. Dalam gelarannya di Jakarta, pelatihan diikuti lebih dari 300 peserta yang terdiri dari unsur masyarakat, antara lain anggota TP PKK, BKOW, dan DWP Provinsi DKI Jakarta, serta mitra UMKM binaan Dinas PPKUKM Provinsi DKI Jakarta. Pelatihan program ini juga menyasar mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di DKI Jakarta.

 

Pelatihan program HerTech: Perempuan Berdaya AI yang terlaksana atas kolaborasi antara pemerintah daerah dan mitra strategis lainnya ini disambut dengan antusiasme dari para peserta. Respon yang diberikan sangat positif, terutama terkait relevansi dan penerapan konten pembelajaran dalam menavigasi percepatan transformasi digital. Pelatihan ini diharapkan dapat memperkuat keterampilan perempuan di Indonesia dalam bidang teknologi digital, serta meningkatkan kapasitas untuk dapat menguasai AI, sebagai salah satu alat yang dapat membantu meningkatkan kualitas hidup manusia.

 

Artikel


Berita