ROBLOX: KREATIVITAS DIGITAL YANG PERLU BATAS
Share :
Roblox merupakan salah satu platform permainan daring yang sangat populer di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Lebih dari sekadar permainan, Roblox adalah sebuah ekosistem digital yang menggabungkan unsur hiburan, kreativitas, dan sosial. Didirikan oleh David Baszucki dan Erik Cassel pada tahun 2004, platform ini awalnya bernama DynaBlocks, kemudian berganti menjadi GoBlocks, hingga akhirnya resmi memakai nama Roblox pada tahun 2005 dan diluncurkan secara publik pada 1 September 2006.
Seiring waktu, Roblox berkembang pesat dan membuka akses tidak hanya untuk anak-anak di bawah 13 tahun, tetapi untuk semua kalangan usia. Platform ini memungkinkan pengguna membuat game sendiri menggunakan Roblox Studio, fitur pengembangan game berbasis pemrograman yang mudah diakses.
Manfaat Roblox bagi Pengguna
Roblox tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga memiliki manfaat edukatif, seperti:
-
Mengembangkan kreativitas: Pengguna dapat mendesain dunia virtual dengan elemen-elemen unik sesuai imajinasi mereka.
-
Belajar pemrograman dasar: Melalui Roblox Studio, anak-anak diperkenalkan pada logika pemrograman secara interaktif.
-
Meningkatkan kemampuan sosial: Roblox memungkinkan interaksi lintas negara, kolaborasi dalam permainan, dan komunikasi antar pemain.
-
Mendorong keterampilan problem solving: Banyak game dalam Roblox menuntut pemain untuk berpikir kritis, menyusun strategi, dan bekerja sama dalam tim.
Tidak sedikit institusi pendidikan yang mulai memanfaatkan Roblox sebagai alat bantu pembelajaran digital, seperti untuk pelajaran desain grafis, teknologi, hingga penguatan kerja tim.
Risiko dan Tantangan Penggunaan Roblox
Meskipun memiliki banyak sisi positif, Roblox juga menyimpan sejumlah potensi risiko, terutama jika digunakan tanpa pengawasan:
-
Kecanduan bermain: Durasi bermain yang tidak terkendali dapat mengganggu waktu belajar, tidur, dan aktivitas fisik anak.
-
Transaksi berbayar: Robux, mata uang virtual platform Roblox, memungkinkan pembelian item dalam game. Tanpa pengawasan, anak-anak bisa mengakses transaksi mikro yang menghabiskan uang asli secara berlebihan.
-
Interaksi dengan pengguna asing: Roblox bersifat terbuka, memungkinkan komunikasi antarpengguna yang berpotensi membuka ruang bagi perilaku tidak pantas, seperti penipuan atau pelecehan.
-
Konten tidak sesuai usia: Terdapat game buatan pengguna yang memuat unsur kekerasan atau vulgar yang tidak layak dikonsumsi anak-anak.
Respons Pemerintah Indonesia
Di Indonesia, Roblox menempati peringkat keenam sebagai permainan daring yang paling banyak dimainkan pada tahun 2025. Hal ini berdasarkan hasil survei bertajuk "Penetrasi Internet dan Perilaku Penggunaan Internet 2025" yang dirilis oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). Dalam survei tersebut, tercatat bahwa sekitar 2,07 persen pengguna internet di Indonesia memainkan game Roblox. Jika angka tersebut diproyeksikan ke total estimasi pemain game online nasional yang mencapai sekitar 64,6 juta orang, maka jumlah pemain Roblox di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 1,33 juta pengguna.
Melihat tren permainan Roblox dan potensi bahayanya, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengambil langkah serius untuk memastikan keamanan digital anak-anak di platform seperti Roblox. Pemerintah sempat mempertimbangkan pemblokiran terhadap Roblox, terutama karena ditemukannya konten yang mengandung unsur kekerasan serta kata-kata yang tidak sesuai untuk anak-anak.
Anak-anak, yang belum mampu membedakan antara realitas dan fiksi, dinilai rentan terhadap pengaruh negatif dari konten tersebut. Selain itu, muncul kekhawatiran dari orang tua dan tenaga pendidik terkait paparan konten vulgar dan potensi interaksi tidak layak di dalam platform tersebut. Padahal, berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), khususnya Pasal 16A, Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) wajib memberikan perlindungan terhadap anak-anak pengguna layanan digital.
Tuntutan Pemerintah Indonesia Terhadap Roblox
Untuk memastikan Roblox tetap bisa diakses dengan aman oleh anak-anak, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) bertemu dengan perwakilan Roblox pada 14 Agustus 2025, di kantor Kementerian Komdigi, Jakarta. Pemerintah Indonesia memberikan beberapa tuntutan kepada pengelola platform tersebut, antara lain:
-
Pembatasan komunikasi: Membatasi interaksi langsung antarpengguna anak-anak guna mencegah potensi eksploitasi atau pelecehan.
-
Penyaringan konten vulgar: Menyaring dan menghapus konten yang tidak sesuai, termasuk game buatan pengguna yang mengandung unsur kekerasan, seksual, atau kata-kata kasar.
-
Penguatan fitur parental control: Memastikan fitur kontrol orang tua mudah digunakan dan efektif dalam memantau aktivitas anak.
-
Kepatuhan terhadap regulasi lokal: Menyesuaikan sistem dan kebijakan dengan hukum dan peraturan perlindungan anak di Indonesia.
Jika pengelola platform tidak melakukan perbaikan menyeluruh dan tuntutan tersebut tidak dipenuhi, pemerintah akan melakukan tindakan tegas, termasuk pemblokiran akses terhadap platform yang dianggap tidak ramah anak.
Roblox merupakan platform yang memiliki potensi besar dalam mendukung kreativitas dan pembelajaran digital anak-anak. Namun, di sisi lain, platform ini juga memiliki risiko yang cukup serius jika tidak diawasi dengan baik. Orang tua, tenaga pendidik, dan pemerintah perlu bekerja sama dalam menciptakan lingkungan digital yang aman dan positif bagi generasi muda. Penggunaan Roblox secara bijak, dengan pembatasan waktu dan pengawasan aktif, dapat menjadikan platform ini bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan.