DISKOMINFOTIK PEMPROV DKI JAKARTA GELAR WEBINAR JAKARTA SOLID (SADAR OLAH LITERASI DIGITAL) KE-7 GUNA BRANDING PRODUK DI RANAH DIGITAL

Share :        
Selasa, 24 Okt 2023

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi DKI Jakarta kembali melaksanakan rangkaian kegiatan Webinar bertajuk “Jakarta SOLID (Sadar Olah Literasi Digital) bersama JakWifi” pada Rabu (18/10/2023). Webinar kali ini bertemakan “Penguatan Ekonomi Keluarga Melalui Sukses Branding Produk di Ranah Digital.” 

Bersama dengan penyelenggaraan webinar ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberi perhatian serius terhadap penyebaran hoaks di era digital dan melakukan upaya konkret untuk meningkatkan literasi digital masyarakat dalam memerangi penyebaran hoaks yang dapat merugikan masyarakat.

 

Plt. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi DKI Jakarta, Sigit Wijatmoko, mengatakan bahwa Literasi Digital terdiri dari empat pilar yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, yakni: Kecakapan Digital, Budaya Digital, Etika Digital, dan Keamanan Digital. Berbekal pemahaman dari keempat pilar literasi digital tersebut, diharapkan warga DKI Jakarta dapat menjadi pribadi yang mumpuni di ranah digital.

 

Narasumber pada webinar kali ini merupakan ahli dari bidang yang berhubungan dengan digital marketing. Narasumber pertama adalah Hendra W. Wicaksono selaku GM Sales & Marketing di Diskursusnetwork.com. Selanjutnya, narasumber kedua adalah Muhammad Faishal Farras, yang merupakan Praktisi Digital Marketing Communication.

 

Materi pertama disampaikan oleh Hendra W. Wicaksono yang memaparkan tentang pentingnya membuat branding dalam penjualan. Branding merupakan salah satu cara yang digunakan penjual untuk membedakan produk jualannya dengan produk milik saingannya.

 

Apabila suatu produk telah memiliki branding yang kuat, konsumen yang puas dan menyukai suatu produk akan cenderung merekomendasikannya kepada orang lain. Artinya, produk yang dijual memiliki nilai tambah. Tidak menutup kemungkinan, produk dengan branding yang kuat dapat dijual dengan harga lebih tinggi daripada merek atau brand yang tidak dikenal.

Dalam proses pembuatan branding dibutuhkan sejumlah elemen yang sebaiknya tidak dihilangkan. Hal ini untuk membuat suatu produk memiliki branding yang kuat. Elemen-elemen yang dimaksud, antara lain:

  1. Logo dan nama merek.

Logo dan nama merek adalah gambaran kunci dari suatu brand. Desain logo yang menarik termasuk dengan kombinasi warna yang tepat dapat membantu konsumen mudah mengenal brand.

  1. Kemasan.

Dalam membuat kemasan harus disesuaikan dengan logo dan merek agar produk terlihat menarik dan profesional.

  1. Pesan Promosi.

Pesan promosi dapat membantu produk menonjol dari kompetitor, dengan menekankan mengapa produk kita harus dipilih daripada produk pesaing.

  1. Karyawan.

Peran besar dalam mempresentasikan sebuah produk adalah karyawannya. Untuk itu, karyawan perlu dilatih untuk memahami visi dan misi dari merek sehingga nilai dari suatu produk dapat tersalurkan ke konsumen secara tepat.

 

Selanjutnya, Muhammad Faishal Farras membuka pemaparan dengan menyampaikan bagaimana cara menyatukan brand dan brand equity. Brand merupakan nilai yang dimiliki suatu produk/ jasa sebagai identitas. Sementara, brand equity adalah persepsi konsumen terhadap sebuah produk atau jasa.

 

 

Data WeAreSocial bertajuk Digital 2023 menunjukkan sebanyak 77 persen masyarakat Indonesia menggunakan internet dengan rata-rata penggunaan waktunya 7 jam 42 menit. Perilaku digital dapat menciptakan sebuah perubahan kebiasaan dalam transaksi digital. Kini, media sosial dapat menjadi alternatif terbaik untuk memasarkan produk barang atau jasa.

 

Setiap media sosial tentu memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Hal ini dapat dimanfaatkan sebagai strategi brand marketing. Misalnya, platform Facebook, yang banyak digunakan oleh orang-orang tua, maka siaran langsung produk akan cocok dan tepat sasaran. Sehingga, mempelajari karakteristik konsumen merupakan langkah yang krusial.

 

Untuk itu, penting mengetahui bagaimana membuat branding suatu produk di ranah digital. Farras menjelaskan ada lima langkah awal yang bisa dijadikan acuan untuk membuat digital branding, sebagai berikut:

 

  1. Identifikasi Target Konsumen.

Hal ini biasanya dimulai dengan mengerti kebiasaan, kebutuhan, dan preferensi dari target konsumen kita.

  1. Personalisasi Identitas Brand.

Sebagai pemilik brand sebaiknya memiliki personalisasi yang kuat agar nilai brand-nya semakin dekat dengan target konsumennya.

  1. Digital Presence

Memilih saluran digital yang sesuai dengan target konsumen juga menjadi hal yang perlu diperhatikan. Misal, target konsumennya ibu rumah tangga maka bisa memilih Facebook atau saluran live shopping yang terkini.

  1. Konten untuk Konsumen.

Tidak melulu tentang produk, konten yang bermanfaat seperti tips yang informatif dan relevan dengan produk/ jasa yang dijual juga dapat menarik konsumen.

  1. Komunikasi Konsisten.

Cara komunikasi sebuah brand harus dilakukan dengan konsisten. Biasanya ditunjukkan dengan logo, warna, desain dan komunikasi brand yang konsisten pada setiap konten.



 

Farras menambahkan, untuk dapat menanam citra yang baik di benak konsumen, sebagai penjual produk, perlu menghindari beberapa kesalahan yang biasa terjadi. Seperti terlalu menempatkan semua fokus pada sebuah produk dan mencoba menjual produk sebanyak-banyaknya kepada pelanggan/ konsumen. Padahal, kepentingan konsumen seperti menangani keluhan, memperbaiki dan mengatasi masalah dapat membangun kepercayaan konsumen terhadap sebuah brand.

 

Menjadi yang pertama dalam sebuah brand memang penting, namun menjadi pertama dalam kategori yang lebih spesifik akan memiliki tempat tersendiri di hati konsumen.

Artikel


Berita