WASPADA TIPU-TIPU LOWONGAN KERJA PALSU

Share :        
Kamis, 08 Mei 2025

Sobat Jala! Di era digital saat ini, mencari lowongan kerja memang semakin mudah. Para pencari kerja bisa menemukan  informasi beragam lowongan pekerjaan hanya dengan membuka gawai dan berselancar di dunia maya. Dengan ber-scrolling di Internet, media sosial, informasi lowongan pekerjaan bisa didapatkan dengan mudah. Ada saja informasi lowongan pekerjaan tersebar bebas di dunia maya. Bahkan, informasi lowongan pekerjaan tersebar bebas melalui aplikasi perpesanan, seperti Whatsapp.

Meski begitu, harus berhati-hati, pasalnya tidak semua informasi lowongan pekerjaan di dunia maya itu benar adanya. Salah satu contohnya adalah lowongan pekerjaan untuk Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) dan sejumlah posisi lainnya yang tersebar melalui Whatsapp.

Dalam narasinya disebutkan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah membuka lowongan pekerjaan untuk posisi PPSU dan beberapa posisi lainnya. Salah satu hal yang disebutkan dalam narasi itu adalah cara melamarnya dengan datang langsung ke Balai Kota DKI Jakarta. Faktanya, Pemprov DKI Jakarta belum membuka lowongan kerja itu. Akibatnya, banyak warga membanjiri Balai Kota DKI Jakarta.

Lowongan kerja palsu sering digunakan sebagai modus penipuan, mulai dari permintaan uang pelicin hingga pencurian data lewat tautan phising. Untuk itu, perlu kejelian dalam melamar pekerjaan di internet dan media sosial.

Untuk membantu Sobat Jala tidak tertipu dengan beragam modus penipuan dengan kedok lowongan pekerjaan, Jalahoaks bagikan beberapa tips sederhana untuk mengidentifikasi lowongan pekerjaan palsu di internet dan media sosial. 

Kenali Ciri Lowongan Palsu

  1. Tidak Mencantumkan Posisi Kerja Secara Jelas

Ketika mendapatkan informasi lowongan pekerjaan di dunia maya, pastikan informasi posisi kerja secara jelas. Cermati deskripsi kerja yang ditawarkan dan apa saja tanggung jawab yang diembankan pada posisi kerja itu.

Tak hanya itu, Sobat Jala juga harus memperhatikan relevansi deskripsi kerja dengan gaji yang ditawarkan. Jangan sampai, Sobat Jala tergiur dengan tawaran gaji yang tinggi namun deskripsi kerjanya tak sesuai.

  1. Tidak Mencantumkan Prasyarat Minimum yang Jelas

Informasi lowongan kerja sepatutnya mencantumkan prasyarat yang dibutuhkan lembaga atau perusahaan yang membuka lowongan tersebut. Hal itu menjadi penting sebagai bentuk relevansi keahlian yang dibutuhkan di posisi kerja tersebut.

Atas hal itu maka Sobat Jala harus memperhatikan rincian prasyarat yang tercantum di informasi lowongan pekerjaan. Telisik, apakah relevan atau tidak prasyarat yang dicantumkan dengan posisi kerja yang ditawarkan. Bila tidak, baiknya jangan dilamar karena berpotensi merupakan bentuk penipuan.

  1. Cek Nama Perusahaannya

Saat mendapatkan informasi lowongan pekerjaan, pastinya lowongan itu harus mencantumkan nama perusahaan tempat lowongan itu dibuka. Sobat Jala harus memastikan nama perusahaan yang membuka informasi lowongan pekerjaan itu memang terpercaya.

Cara mencari tahunya cukup mudah. Cukup mengetikkan nama perusahaan itu di kolom mesin pencarian seperti Google Search dan carilah informasi yang dibutuhkan dan relevan. Bila tidak ditemukan informasi yang relevan atas nama perusahaan itu, maka Sobat Jala harus mencurigainya dan lebih baik tidak mengirimkan lamaran kerja.

  1. Pastikan Informasi Lowongan Kerja Benar dan Berasal dari Sumber Resmi atau Terverifikasi

Bagi Sobat Jala yang mendapatkan informasi lowongan pekerjaan yang mencatut nama lembaga atau perusahaan ternama jangan langsung dipercaya. Coba telisik lebih lanjut apakah informasi tersebut berasal dari sumber resmi atau terverifikasi.

Coba cari tahu di laman resmi lembaga atau perusahaan yang namanya dicatut dalam informasi lowongan pekerjaan yang diterima. Cara mudahnya, coba dicek ke laman resmi milik lembaga atau perusahaan itu. Bila tidak ditemukan informasi lowongan pekerjaan di laman resmi itu maka bisa jadi informasi lowongan pekerjaan yang diterima adalah informasi palsu atau hoaks.

  1. Jangan Asal Membuka dan Memasukkan Data di Tautan Lowongan Pekerjaan

Terkadang ada informasi lowongan pekerjaan menyertakan sebuah tautan. Biasanya, lowongan dengan tautan itu mengklaim tautan yang disematkan itu merupakan tautan pendaftaran untuk melamar pekerjaan. Nyatanya, ketika dibuka, kita malah diarahkan ke sebuah laman tak resmi dan meminta data pribadi. Bila memang menemukan hal itu maka sudah dapat dipastikan lowongan kerja bertautan itu merupakan modus penipuan phising.

Untuk itu, Sobat Jala jangan langsung membuka tautan yang disematkan dalam sebuah informasi lowongan kerja. Lihat dulu tautannya, apakah memang tautan itu berasal dari laman resmi atau tidak. Lalu, cek lagi di internet terkait informasi lowongan kerja bertautan itu. Jangan sampai Sobat Jala membuka tautan dan mengisi data diri. Ingat! Data diri pribadi adalah informasi penting yang harus dijaga dan jangan sampai tersebarluaskan. Jadi, selalu berhati-hati ya Sobat Jala!

Nah, itu beberapa cara yang bisa Jalahoaks bagikan untuk membantu Sobat Jala terhindar dari lowongan kerja palsu. Jadi ketika mendapatkan informasi, baik di internet, media sosial, maupun di aplikasi perpesanan, Sobat Jala harus tetap kritis dan waspada. Jangan sampai Sobat Jala menjadi korban informasi lowongan kerja palsu.

Bila menemukan informasi yang dicurigai sebagai hoaks, Sobat Jala jangan lupa laporkan ke Jalahoaks melalui nomor Whatsapp +62 813-5000-5331 atau bisa melaporkannya melalui media sosial Instagram Jalahoaks di akun @jalahoaks. Ingat selalu 2L, Lihat dan Laporkan!

Artikel


Berita